Implementasi Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Bahasa Inggris, Tanya Jawab Ini Penting

501 views

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKN) berlakukan di berbagai sekolah termasuk Sekolah Menegah Atas (SMA) pada tahun 2022.

Ternyata tidak demikian, ada sekolah yang telah menerapkan IKN sejak dua tahun yaitu pada 2021 oleh Sekolah Penggerak.

Penerapan IKN mencakup semua mata pelajaran termasuk Bahasa Inggris.

Berikut tanya jawab seputar IKN yang penting diketahui oleh guru.

Seperti apa perangkat ajar IKN?

Perangkat ajar di IKN sebenarnya tidak begitu jauh dengan Kurikulum 2013 (K13).

Silabus yang dikenal di K13, disebut dengan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam IKN.

RPP di K13, disebut dengan Modul Ajar di IKN.

Elemen dalam Bahasa Inggris ada 3 yaitu:

1. Menulis – Mempresentasikan

2. Menyimak – Berbicara

3. Membaca – Memirsa

Penyusunan ATP di IKN dapat diruntut dari Capain Pembelajaran (CP), lalu Tujuan Pembelajaran (TP).

Ada 3 aspek dalam TP

1. Kompetensi

2. Materi (content)

3. Variasi (variasi tidak digunakan)

Contoh kompetensi dalam materi pelajaran Bahasa Inggris (nantinya ditulis di ATP) adalah sebagai berikut:

1. Menjelaskan

2. Menganalisis

3. Mendiskripsikan

4. Mempraktikkan, dan lain-lain.

Materi Bahasa Inggris dapat berupa teks, dialog, dan lain-lain.

Jika ada banyak teks, maka teks dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan tanpa harus menggunakan semuanya.

Baca juga:  Ada Beasiswa 10.000 Habibie Dibuka Oktober Hingga November 2021, Tunjangan Hingga Rp1 Juta Menanti

Capain pembelajaran dalam IKN dapat ditulis dengan menyambungkan antara kompetensi dengan materi.

Contohnya adalah: peserta didik mampu menjelaskan teks naratif

Penyusunan ATP terdiri dari CP, TP, dan langkah pembelajaran.

Bagaimana cara membuat Modul Ajar?

Pembuatan modul ajar setidaknya memuat 3 komponen yaitu

1. Informasi umum: memuat satuan pendidikan

2. Komponen inti mencakup TP, langkah-langkah pembelajaran, pengayaan, dan remidial

3. Lampiran mencakup materi, lembar kerja peserta didik (LKPD), glosarium, daftar pustaka, dan kunci jawaban.

Apa itu berdiferensiasi?

IKN dikenal istilah berdiferensiasi yang dapat dibagi menjadi tiga hal yaitu konten, proses, dan hasil (penugasan)

Guru dapat menggunakan salah satu dari 3 diferensiasi tersebut dalam pembelajaran. Tidak harus ketiganya diterapkan.

1. Konten

Konten berkenaan penyampaian materi yang berbeda-berbeda sesuai dengan karakteristik siswa.

Penyampaian materi tidak harus sama misalkan ada anak yang belajar dengan cara menonton video, mengukur secara langsung, membaca materi, mengamati objek, dan lain sebagainya untuk materi yang sama.

Sebelum menerapkan diferensiasi dalam ranah konten ini guru Bimbingan Konseling dapat memberikan assesment diagnostik terhadap peserta didik.

Nantinya akan diketahui manakah tipe siswa yang lebih suka pembelajaran dengan cara mendengar (audio), menonton, membaca, praktek (kinetik), dan lain sebagainya.

Baca juga:  Kurikulum Merdeka Belajar, Lahirkan Guru Bahasa yang Berkualitas

2. Diferensiasi dalam proses

Proses pembelajaran dapat dilangsungkan di berbagai tempat, tidak hanya di kelas misal di luar ruangan. 

Pembelajaran boleh dilakukan di perpus, lab komputer, lapangan, dan lain-lain.

Tata meja pun boleh berubah-ubah, tidak harus simetris seperti layout kelas pada umumnya.

2. Diferensiasi dalam hasil

Guru dapat memberikan penugasan yang berbeda-beda (tidak seragam) dari satu CP yang sama.

Dimungkinkan ada siswa yang mengumpulkan tugas dalam bentuk poster, gambar, rangkuman, karya, produk, dan lain-lain.

Adakah KKM di IKN?

IKN tidak dikenal istilah KKM, namun dikenal dengan KKTP (kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran)

Garis besar yang ditekan adalah semua siswa dinyatakan naik kelas dan tidak diperbolehkan siswa tidak naik kelas di IKN.

Apa itu assesment diagnostik?

Assesment diagnostik dapat merupakan diagnosis peserta didik yang terbagi menjadi assesment diagnostik kognitif dan non kognitif.

Diagnostik kognitif merupakan diagnosis kemampuan kognitif siswa yang dapat digolongkan menjadi 3 kelompok misal tinggi, sedang, dan rendah.

Cara diagnostik ini adalah dengan melakukan pretest pada materi sebelumnya misalkan di Fase E (kelas X) dapat diagnosis kemampuan kognitifnya dengan materi serupa di kelas IX.

Baca juga:  Beasiswa untuk Mahasiswa 1-31 Januari 2022 dari Sariraya, Uang Saku 500 Ribu Perbulan Menanti

Test dapat berupa pretest (soal uraian) dan bisa pula berupa pertanyaan lisan.

Assesment non kognitif merupakan assesment gaya belajar yang nantinya dapat dipakai untuk penerapan pembelajaran diferensiasi.

Tidak harus dilakukan oleh guru BK, namun bisa mengundang pihak ketiga agar gaya belajar siswa dapat diketahui sebelum pembelajaran dimulai.

Bagaimana assesment dilakukan? 

Assesment TP di IKN dapat dilakukan dengan beberapa cara yang berkaitan satu sama lain.

1. Assesment formatif berupa observasi siswa saat proses pembelajaran. 

Observasi dapat berupa rentan angka antara 1 hingga 4, lalu memberikan centang di sesuai dengan penilaian guru.

2. Assesment formatif kinerja siswa

3. Assesment formatif proyek

4. Assesment sumatif dapat berupa tes tertulis untuk tiap 1 TP 

Bagaimana cara membuat raport proyek

Salah satu pembeda IKN dengan K13 adalah adanya proyek yang dilakukan oleh siswa.

Proyek dapat dilakukan oleh tenaga pengajar, namun bisa pula mendatangkan pemateri.

Penyelenggaraan proyek boleh di sekolah dan bisa pula di tempat tertentu. 

Raport proyek nantinya dibuat oleh tim proyek, baru diserahkan hasilnya kepada wali kelas. 

Tinggalkan pesan "Implementasi Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Bahasa Inggris, Tanya Jawab Ini Penting"

Penulis: 
author
Repot nulis artikel di website? Agungnesia.com siap membuatkan tulisan artikel SEO loh. Bisa juga membuatkan website dengan harga ramah di kantong