Teknik Penerjemahan Istilah Blog pada Blogspot

By | November 9, 2016

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik penerjemahan istilah blog dalam Blogspot dan mendeskripsikan ideologi penerjemaha istilah blog yang digunakan Google Inc. pada Blogspot. Penelitian ini merupakan bidang penerjemahan yang bersifat diskriptif kualitatif. Unit analisis penelitian ini berupa istilah blog yang terdapat dalam kata, frasa, klausa, dan kalimat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu teks terjemahan bahasa Indonesia. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak catat. Hasil penelitian ini diperoleh 48 istilah blog. Terdapat 5 teknik penerjamahan yaitu 1) teknik peminjaman, 2) teknik kalke, 3) teknik penerjemahan literal, 4) teknik adaptasi, 5) Teknik inversi.

Kata kunci: penerjemahan, teknik penerjemahan

A. Pendahuluan

Blog merupakan sebuah media untuk mempublikasikan informasi di internet. Blog memungkinkan siapapun untuk berkontribusi di internet dalam bentuk tulisan, gambar, dan video. Blog juga dikenal dengan nama web log atau weblog yang artinya catatan (log) di internet. Blog mempunya fungsi yang bervariasi mulai dari catatan harian, media promosi, penawaran produk dan jasa, profil perusahaan atau organisasi. Sebagian blog dimiliki dan olah oleh seorang penulis atau beberapa penulis yang disebut Blogger.

Terdapat banyak layanan dan situs untuk membuat blog (plaform) yang disediakan secara gratis maupun berbayar. Salah satu plafroms yang populer yaitu Blogger atau Blogspot. Pembuatan blog dapat dilakukan dengan membuat profil blog terlebih dahulu, selanjutnya menentukan judul dan alamat blog (domain). Mengelola blog bisa dilakukan di dashboard blog setelah masuk (login) dengan ke profil blog Blogger.com. Fitur- fitur yang tersedia pada dashboard blog antara lain: ikhtisar, pos, laman, komentar, google+, komentar, statistik, kampanye, template, dan pengaturan.

Bahasa sumber yang digunakan pada dashboard Blogger.com adalah bahasa Inggris. Bahasa tersebut dapat diganti ke bahasa lainya. Salah satu bahasa yang disediakan yaitu bahasa Indonesia. Penggantian bahasa ini mencakup kata, frasa, dan kalimat pada fitur – fitur, petunjuk, dan informasi dalam dashboard tersebut.

Proses alihbahasa atau penerjemahan tidak hanya dilakukan pada buku, novel, komik, dan jenis teks lainya. Penerjemahan juga diterapkan pada situs dan blog termasuk di Blogspot. Penerjemahan dapat diartikan sebagai pengalihbahasaan berupa perubahan, merujuk, memproduksi dan menggantikan teks, kata, frasa, dan kalimat dari bahasa sumber (BSu) ke bahasa sasaran (BSa) (Tanjung, 2015:6). Penerjemahan melibatkan aspek – aspek linguistik dan ekstra linguistik dari BSu dan BSa. Aspek –aspek tersebut sangatlah berbeda antara BSu dan BSa. Salah satunya adalah penggunaan istilah dalam bahasa sumber berbeda dengan penggunaan istilah dalam bahasa sasaran, terlebih pada penerjemahan dalam blog yang cenderung menggunakan pada bidang teknologi informasi dan komputer.

Pada penerjemahan dashboard blogspot terdapat penggunakan istilah yang cenderung dan didominasi oleh bahasa sumber. Dominasi ini dapat dibuktikan dengan banyak peminjaman istilah, misal template, posting, insert dan lain sebagainya. Ada beberapa istilah yang peminjaman langsung walaupun sebenarnya masih dapat diterjemahkan, misal alt text, open in a new window, dan remove caption. Idealnya suatu terjemahan tidak condong pada salah satu teks. Kenderugan hasil terjemahan disebut ideologi penerjamahan, jika cenderung menggunakan BSu dinamakan ideologi foreignisasi, sedangkan jika cenderung menggunakan BSa maka disebut ideologi domestikisasi (Shirinzadeh & Mahadi, 2014). Dengan demikian penerjemahan pada Blogspot masih banyak mengadopsi secara langsung istilah – istilah aslinya yaitu bahasa teknologi informasi dan bahasa Inggris.

Pada penerjemahan teks bahasa Inggris ke bahasa Indoneisa pada istilah blog yang mengakibatkan kesulitan dalam memaknai ide dan gagasan pada bahasa taget. Kesulitan pemahaman isitlah blog ini tertuma terjadi pada terjemahan kata, frasa, dan kalimat. Berdasarkan permasalahan diatas, maka artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik–teknik penerjemahan isitlah blog dalam Blogspot. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik langsung maupun tidak langsung untuk mengembangan bidang penerjemahan, khususnya penerjemahan teks tekonologi informasi khususnya blog dan website.

B. Kajian Teori

1. Penerjemahan

Penerjemahan dapat artikan sebagai alihbahasa dari teks asli ke teks sasaran. Catford (1974:20) menjelaskan penerjemahan adalah “the replacement of textual material in one language by equivalent textual material in another language”. Penerjemahan bisa didefinisikan sebagai penggantian teks sumber dengan teks sasaran yang dilihat dari kesepanan makna. Melalui makna yang sepadan maka pesan yang terdapat pada teks terjemahan akan sama dengan teks aslinya.

Penerjemahan menurut Newmark (1988:5) adalah “rendering the meaning of a text into another language in the way that the author intended the text”. Sebuah teks terjemahan harus memiliki makna yang sama dengan makna yang dimaksudkan oleh penulis teks aslinya. Tujuan utama penerjemahan adalah mereproduksi pesan, maka seorang penerjemah tidak boleh melakukan hal lain diluar mereproduksi makna (Nida & Taber, 1974:12). Untuk mereproduksi makna, penerjemah harus mengutamakan kesepadanan dibandingkan dengan bentuk ujaran.

Terdapat kesaman pengertian dari beberapa definisi diatas yaitu penerjemahan berkaitan dengan kesepadanan makna antara teks dari bahasa yang satu dengan teks dalam bahasa yang menjadi tujuan penerjemahan. Menurut Nord (2001:8) penerjemahan tidak hanya berkaitan dengan kesepadanan makna dalam suatu teks dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain tetapi juga terdapat hubungan fungsional. Pendapat ini lebih menekankan pada proses ‘transfer’ daripada ‘translation proper’ karena lebih mendahulukan pandangan fungsional dibandingkan standar normal kesepadanan (Nord, 2001:9). Oleh karena itu, terjemahan dipandang dari sisi apakah teks sasaran fungsional dalam konteks penerjemahan.

Dari definisi-definisi diatas akan diperoleh kesimpulan bahwa penerjemahan melibatkan Bsu dan Bsa dengan menciptakan padanan yang paling dekat baik makna dan gaya bahasa sesuai struktur semantik dan fungsionalnya.

2. Proses penerjemahan

Seorang penerjemah harus dapat menganalisis isi teks yang akan diterjemahkan dengan hati-hati. Hal ini dikarenakan pada tahap analisis, seorang penerjemah akan menghadapi beberapa kesulitan. Agar dapat menangkap isi teks dengan benar, maka seorang penerjemah harus mampu mengatasi kesuitan-kesulitan yang dihadapinya. Dalam melakukan penerjemahan, seorang penerjemah akan menghadapi beberapa masalah yang timbul akibat perbedaan budaya, antara lain benturan budaya dan ketiadaan padanan leksikal. Benturan budaya terjadi bila suatu istilah dalam bahasa sumber memiliki nilai yang berbeda dengan istilah yang ada dalam bahasa sasaran.

Proses penerjemahan terdiri dari 3 tahap, yaitu 1) analisis, 2) pengalihan, dan 3) penyusunan kembali atau restructuring (Nida dan Taber, 1974:33). Pertama analisis, pada tahap ini penerjemah melakukan analisis struktur lahiriah bahasa sumber. Tujuan analisis ini adalah untuk menemukan hubungan tata bahasa, dan maksud suatu perkataan. Lebih dari itu, dengan melakukan analisis bahasa sumber, seorang penerjemah akan bisa memahami maksud, arti, konteks, pola-pola kalimat yang digunakan dan lain-lain yang mutlak diperlukan sebelum penerjemah melakukan kegiatan penerjemahan yang sebenarnya. Penerjemah berusaha memahami dan menafsirkan isi naskah secara keseluruhan. Tahap kedua adalah pengalihan, setelah selesai proses analisis, langkah selanjutnya adalah pengalihan, yaitu menggantikan unsur dari teks bahasa sumber ke dalam teks bahasa sasaran yang sepadan baik bentuk maupun isinya dengan mengingat bahwa kesepadanan bukanlah kesamaan. Tahap ketiga disebut penyusunan kembali atau rekonstruksi. Penerjemah memilih padanan kata dan bentuk kalimat yang cocok dalam bahasa penerima, agar pesan penulis dapat disampaikan sebaik-baiknya. Setelah mendapatkan teks sasaran, produk terjemahan dapat dievalusi kembali kesesuainya, sehingga proses penerjemahan berbentuk siklus.

3. Metode Penerjemahan

Metode penerjemahan adalah cara tertentu yang dipilih atau dipercayai oleh penerjemah terhadap sebuah penugasan (Molina & Albir, 2002). Mereka mengungkapkan ada beberapa metode penerjemahan yang bisa dipilih yakni: metode interpretatif-komunikatif (penerjemahan gagasan atau amanat), harfiah (transkodifikasi linguistik), bebas (modifikasi kategori-kategori semiotika dan komunikatif) dan filologis (penerjemahan akademis atau kritik). Sementara, Menurut Newmark (1988:45) metode penerjemahan terbagi atas dua kelompok besar, yaitu (1) metode yang memberikan penekanan pada bahasa sumber (BSu) dan (2) metode yang memberikan penekanan terhadap bahasa sasaran (BSa).

a. Penerjemahan Kata demi kata (Word-for-word Translation)

Metode penerjemahan kata demi kata pada dasarya masih sangat terikat pada tataran kata (Nababan, 2003:30). Dalam melakukan tugasnya, penerjemah hanya mencari padanan kata bahasa sumber dalam bahasa sasaran tanpa megubah susunan kata dalam terjemahannya. Dengan kata lain, susunan kata dalam kalimat terjemahan sama persis dengan susunan kata dalam kalimat aslinya.

b. Penerjemahan Harfiah (Literal Translation)

Penerjemahan harfiah mula-mula dilakukan seperti penerjemahan kata demi kata, tetapi penerjemah kemudian menyesuaikan susunan kata dalam kalimat terjemahannya yang sesuai dengan susunan kata dalam kalimat bahasa sasaran. Metode ini biasanya diterapkan apabila struktur kalimat bahasa sumber berbeda dengan struktur kalimat bahasa sasaran.

c. Penerjemahan Setia (Faithful Translation)

Penerjemahan setia mencoba memproduksi makna kontekstual teks bahasa sumber dengan masih dibatasi oleh struktur gramatikalnya. Kata-kata yang bermuatan budaya dialihbahasakan, tetapi penyimpangan dari segi tata bahasa dan pilihan kata masih tetap dibiarkan. Penerjemahan ini berpegang teguh pada maksud dan tujuan teks bahasa sumber, sehingga hasil terjemahannya kadang-kadang terasa kaku dan seringkali asing.

d. Penerjemahan Semantik (Semantic Translation)

Berbeda dengan penerjemahan setia, penerjemahan semantik lebih luwes dan mempertimbangkan unsur estetika teks BSu dengan mengkompromikan makna selama masih dalam batas kewajaran. Penerjemahan semantik juga lebih fleksibel bila dibandingkan dengan penerjemahan setia yang lebih terikat oleh BSu.

e. Penerjemahan Adaptasi (Adaptation Translation)

Adaptasi merupakan metode penerjemahan yang paling bebas dan paling dekat dengan BSa. Istilah “saduran” dapat dimasukkan di sini asalkan penyadurannya tidak mengorbankan hal-hal penting dalam teks bahasa sumber, misalnya; tema, karakter ataupun alur. Biasanya, metode ini diterapkan dalam melakukan penerjemahan drama atau puisi.

f. Penerjemahan Bebas (Free Translation)

Metode ini merupakan penerjemahan yang mengutamakan isi dan mengorbankan bentuk teks BSu. Biasanya, metode ini berbentuk parafrase yang dapat lebih panjang atau lebih pendek daripada teks aslinya. Newmark tidak menyebut penerjemahan bebas sebagai “karya terjemahan”, karena adanya banyak perubahan pada teks BSa.

g. Penerjemahan Idiomatik (Idiomatic Translation)

Metode ini bertujuan mereproduksi pesan dalam teks BSu, tetapi sering dengan menggunakan kesan keakraban dan ungkapan idiomatik yang tidak didapati pada versi aslinya. Oleh karena itu, banyak terjadi distorsi nuansa makna.

h. Penerjemahan Komunikatif (Communicative Translation)

Metode ini mengupayakan reproduksi makna kontekstual yang sedemikian rupa, sehingga baik aspek kebahasaan maupun aspek isi langsung dapat dimengerti oleh pembacanya. Sesuai dengan namanya, metode ini memperhatikan prinsip komunikasi, yakni khalayak pembacanya dan tujuan penerjemahan. Melalui metode ini, sebuah versi teks BSu dapat diterjemahkan menjadi beberapa versi teks bahasa sasaran sesuai dengan prinsip di atas.

Empat metode di atas yaitu pada poin a, b, c, dan d lebih berorientasi atau lebih memberikan penekanan pada BSu. Sedangkan keempat metode sisanya adalah metode yang berorientasi pada BSa.

4. Teknik penerjemahan

Teknik penerjemahan juga disebut sebagai prosedur penerjemahan yang digunakan untuk menganalisis dan mengelompokkan sejauh mana makna dapat dicapai dalam penerjemahan. Menurut Molina & Hurtado (2002) terdapat 14 teknik penerjemahan yaitu:

a. Peminjaman (Borrowing)

Peminjaman adalah teknik mengambil sebuah kata atau istilah langsung dari bahasa sumber tanpa ada perubahan atau hanya dalam pengucapan atau perubahan fonetik (Shirinzadeh & Mahadi, 2014). Penerjamahan ini sebagai salah satu bentuk foreignisasi dari teks sumber yang transfer ke teks sasaran. Terdapat dua jenis teknik peminjaman yaitu langsung (pure borrowing) dan tidak langsung. Peminjaman langsung disebut peminjaman murni, sedangkan peminjaman yang menggunakan penyesuaian fonetik dan morfologi bahasa sasaran disebut peminjaman alamiah. Contoh peminjaman murni, kata android diterjemahkan android. Contoh peminjaman alamiah, kata computer diterjemahkan komputer.

b. Penerjemahan Harfiah (Literal Translation)

Penerjemahan Harfiah adalah penerjemahan kata-demi-kata. Teknik ini digunakan untuk penerjmahan teks ilmiah agar tidak terjadi salah pengertian. Contoh: he read a book diterjemahkan dia membaca sebuah buku.

c. Kalke (Calque)

Kalke adalah teknik yang menerjemahkan kata asing atau frasa kedalam bahasa sasaran dengan menyesuaikan struktur bahasa sasaran. Teknik Kalke akan menyebabkan keganjilan pada pembaca target karena teknik ini masih terasa literal (Shirinzadeh & Mahadi, 2014). Contoh beautiful girl diterjemahkan gadis cantik.

d. Transposisi (Transposition)

Transposisi adalah teknik yang mengganti kategori gramatika antara BSu dan BSa. Contoh: neuorologis disorders diterjemahkan kelainan neurologis.

e. Modulasi (Modulation)

Modulasi adalah teknik penerjemahan yang mengalami perubahan sudut pandang. Contoh: she is expecting baby diterjemahkan dia hamil.

f. Adaptasi (Adaptation)

Adaptasi adalah teknik penerjemahan yang menggantikan elemen bahasa sumber dengan elemen yang diterima dan dikenal dalam bahasa sasaran. Teknik adapatasi juga diartikan sebagai peneyesuaian atau ekuvalensi antara Bsu dan Bsa. Contoh: cricket diterjemahkan kasti.

g. Amplifikasi (Amplification)

Amplifikasi adalah teknik yang memberikan rincian penjelasan terhadap satu istilah dalam bahasa sasaran. Contoh: ramadhan diterjemahkan the month of fasting of muslim.

h. Deskripsi (Description)

Deskripsi adalah teknik yang memberikan penjelasan atau gambaran bentuk dan fungsi suatu istilah dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Contoh: panetton diterjemahkan kue tradisional Italia yang dimakan pada saat tahun baru.

i. Reduksi (Reduction)

Reduksi adalah teknik pengurangan atau penghilangan dengan tujuan memadatkan informasi dari Bsu ke Bsa. Teknik ini mirip dengan penghilangan (ommision atau deletion atau substraction) atau implisitasi. Dengan kata lain informasi yang eksplisit dalam teks Bsu dijadikan implisit dalam teks Bsa. Contoh: the month of fasting of muslim diterjemahkan ramadhan.

j. Parenthesis

Parentesis adalah teknik yang digunakan untuk menjelaskan suatu istilah atau kata dengan menggunakan tanda kurung. Contoh: internal link diterjemahkan link internal (tautan yang mengarah suatu halaman di website itu sendiri).

k. Inversi (Inversion)

Inversi adalah teknik yang memindahkan satu istilah dalam bahasa sumber ke bagian lain dari satu kalimat dalam bahasa sasaran. Contoh: open webmaster tools diterjemahkan buka search console.

l. Partikularisasi

Partikularisasi adalah teknik untuk menggunakan istilah yang lebih khusus dan konkrit (Molina & Hurtado, 2002). Contoh: window diterjemahkan ventilasi (superordinat ke subordinat). Teknik ini merupakan kebalikan dari teknik generalisasi.

m. Substitusi (Substitution)

Substitusi adalah teknik menggantikan elemen-elemen linguistik menjadi paralinguistik atau sebaliknya baik dalam bentuk intonasi atau isyarat (Molina & Hurtado, 2002). Penerapan substitusi pada teknik penerjemahan budaya disebut teknik substitusi budaya (Cultural substitution) yang dilakukan dengan melakukan penggantian teks budaya sumber dengan teks budaya sasaran. Teks terjemahan yang dihasilkan memiliki fungsi yang sama atau dekat (Shirinzadeh & Mahadi, 2014). Teknik ini menjadikan teks sasaran menjadi sangat alami dan tidak terasa asing. Contoh: church diterjemahkan masjid.

n. Generalisasi

Generalisasi adalah teknik untuk menggunakan istilah yang lebih umum (Molina & Hurtado, 2002). Contoh: mansion diterjemahkan rumah.

6. Blog Blogspot

Blog merupakan kumpulan halaman yang menampilkan informasi data, teks, gambar, data animasi, suara, dan gabungan dari semuanya. Menurut Lindahl dan Blount (2003) menyebutkan bahwa weblog atau blog adalah suatu situs yang menggunakan format catatan (log) bertanggal (date and time) yang digunakan untuk menerbitkan informasi secara berkala (periodical). Blog biasanya ditulis dan dimiliki oleh satu orang yang bertujuan untuk menyampaikan informasi atau sekedar catatan harian. Selain itu blog juga terdapat blog profesional yang digunakan untuk tujuan tertentu seperti mempublikasikan berita, tips, informasi, tutorial, profil perusahaan, dan penawaran produk dan jasa.

Blogspot adalah sebuah situs yang disediakan oleh Google untuk membuat blog. Blogger.com juga dikenal dengan nama Blogspot karena setiap alamat blog (domain) mempunyai domain tambahan blogspot.com yang disebut sebagai subdomain dari blogspot.com. Mengelola blog dapat dilakukan di dashboard Blogger setelah register dan masuk (login). Fitur – fitur yang disediakan pada dashboard Blogger antara lain: ikhtisar, pos, laman, google+, komentar, statistik, kampanye, tata letak, template dan pengaturan.

C. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan memberikan uraian hasil dari explorasi terkait teknik dan ideologi terjemahan istilah blog pada Blogspot. Unit analisis dalam penelitian merupakan istilah blog berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat pada dashboard salah satu blog Blogspot yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Sumber data berupa teks hasil terjemahan yang diterjemahkan oleh Google Inc. pada Blogspot dari bahasa Inggris ke bahaa Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak catat. Teknik ini disesuaikan dengan baca catat, karena data yang akan dikumpulkan berbentuk tulis. Teknik baca memiliki teknik dasar yang berwujud teknik sadap. Pada praktiknya pengumpulan data dengan penyadapan, yaitu menyadap setiap kata, frasa, klausa, dan kalimat. Teknik ini dilakukan dengan melihat dan mencatat sumber data yaitu teks terejamahan dalam dashboard Blogspot. lalu membandingkan antara BSu dan BSa, serta memahami isi dan makna kedua sumber data tersebut. Validitas dan reliablitas data penelitian menggunakan teknik triagulasi untuk mendapatkan derajat validitas dan reliabilitas dari sumber data yang berbeda. Analisis data penelitian menggunakan model Analisis Interkatif yang meliputi 3 proses yang dapat diterapkan secara siklus yaitu 1) reduksi data, 2) sajian data, 3) penarikan simpulan/ verikiasi untuk memastikan kesesuaian hasil penelitian dengan rumusan masalah Miles dan Huberman (1984: 20).

D. Hasil dan Pembahasan

1. Hasil

Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 48 istilah blog yang didapat dari salah satu dashboard Blogspot. Terdapat lima teknik penerjemahan pada istilah blog dalam Blogspot yaitu 1) teknik peminjaman, 2) teknik penerjemahan literal, 3) teknik kalke, 4) teknik adaptasi, dan 5) teknik inversi. Salain itu, metode yang digunakan dalam penerjemahan istilah blog ini terdiri dari 5 metode yaitu 1) metode penerjemahan kata per kata, 2) metode penerjemahan harfiah, dan 3) metode penerjemahan terpecaya, 4) metode penerjemahan adaptasi, dan 5) metode penerjemahan bebas.

Penjabaran teknik penerjemahan istilah blog tersebut antara lain sebagai berikut:

a. Teknik Peminjaman

Teknik pertama yaitu teknik peminjaman, teknik ini menerjemahkan teks dengan cara mengambil secara langsung dari teks sumber. Contoh penggunaan teknik ini terlihat pada penerjamhan kata edit dan kata post.

Pada contoh nomer 1 terdapat istilah blog pada kata edit yang tetap diterjemahkan edit. Kata edit diambil secara langsung dari bahasa sumber, padahal sebenarnya diterjemahakan menjadi kata sunting, maka disebut teknik peminjaman murni. Pada contoh nomer 2 kata post diterjemahkan pos yang disesuaikan morfologi bahasa Indonesia, maka disebut peminjaman alamiah.

b. Teknik Penerjemahan Literal

Teknik penerjemahan literal yatiu tekni penerjemahan kata-demi-kata. Teknik ini terdapat pada istilah blog blogspot yang dicontohkan pada kata blogger pada frasa news from blogger.

Pada contoh diatas frasa diterjemahkan kata-demi-kata yaitu news from from blogger diterjemahkan berita dari blogger tanpa merubah struktur frasa.

c. Teknik Kalke

Teknik kalke merupakan teknik penerjemahan dengan melakukan penyesuaian kata asing atau frasa kedalam struktur Bsa. Contoh penerjemahan istilah traffic pada frasa top traffic source.

Pada frasa top traffic source diterjemahkan sumber lalu lintas teratas. Penerjemahan ini merubah strukur frasa nomina bahasa Inggris kedalam struktur frasa nomina bahasa Indonesia.

d. Teknik Adaptasi

Teknik adaptasi dalam penerjemahan menggantikan elemen BSa dengan eleman Bsu yang dikenal dan diterima. Dengan teknik ini akan terjadi penyesuaikan antara Bsu dan Bsa. Contoh penerjemahan istilah blog pada kata permalink.

Istilah pada kata permalink diterjemahkan menjadi frasa tautan permanen untuk menyesuaikan ekuvalensi dan penggunaan isitlah yang berterima, karena kata permalink syarat akan istilah blog yang tidak familiar.

e. Teknik Inversi

Teknik inversi memindahkan satu istilah dalam BSu ke bagian lain dari satu kalimat dalam BSa. Contoh istilah blog webmaster tools dalam frasa open webmaster tools diterjemahkan buka search console.

Istilah webmaster tools dalam frasa open webmaster tools diterjemahkan buka search console merupakan pemindahan isitlah dari BSu yaitu webmaster tools menjadi search console, karena istilah webmaster tools merupakan sebuah layanan yang disediakan oleh Google untuk memanajemen blog yang juga dikenal dengan nama search console dalam bahasa Indonesia.

Dari hasil analisis diatas diperoleh rekapitulasi data jenis teknik penerjemahan sebagai berikut:

teknik-penerjemahan-istilah-blogspot

Gambar: Rekapitulasi hanya contoh

2. Pembahasan

Penelitian ini menunjukan bahwa penerjemahan istilah blog pada Blogspot yang mencakup kata, frasa, dan kalimat terdapat beberapa teknik penerjemahan yang digunakan oleh Google Inc. Teknik yang digunakan yaitu 1) teknik peminjaman berjumlah 21 teknik, 2) teknik penerjemahan literal berjumlah 11 teknik, 3) teknik kalke berjumlah 9 teknnik, 4) teknik adaptasi berjumlah 4 teknik, dan 5) teknik inversi berjumlah 3 teknik. Total keseluruhan teknik 48 teknik. Semua teknik penerjemahan tersebut dianalisis berdasarkan istilah blog yang ada pada kata, frasa, klausa, dan kalimat berdasarkan konteks yang ditunjukan pada gambar dimana istilah itu muncul. Teknik penerjemahan yang paling banyak digunakan yaitu teknik peminjaman dan teknik penerjemahan literal. Hal ini dikarenakan penerjemahan istilah blog yang merupakan salah satu jenis teks faktual khususnya bidang teknologi informasi dan komputer sehingga pihak Google Inc. mengutamakan keakuratan penerjemahan.

E. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data terjemahan istilah blog dalam Blogspot dapat disimpulkah bahwa terdapat beberapa teknik penerjemahan pada istilah blog dan ideologi penerjemahan yang berorientasi pada bahasa sumber. Teknik penerjemahan yang digunakan dalam penerjemahan Blogspot diantaranya 1) teknik peminjaman, 2) teknik penerjemahan literal, 3) teknik kalke, 4) teknik adaptasi, dan 5) teknik inversi. Penggunaan istilah blog pada kata, frasa, dan kalimat diadopsi dari bahasa pemograman dan bahasa Inggris, serta masih terdapat istilah – istilah peminjaman langsung. Penekanan peminjaman langsung didasarkan pada kesepanan hasil terjemahan agar tidak terjadi ambiguitas istilah blog.

F. Daftar Pustaka

  • Catford, J.C. (1974). A Linguistic Theory of Translation. London: Oxford University Press Inc.
  • Hoed, B. H 2003. “Ideologi dalam Penerjemahan” Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Penerjemahan yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret di Tawangmangu, September 2003.
  • Hoed, B. H. 2006. Penerjemahan dan Kebudayaan. Bandung: Dunia Pustaka Jaya.
  • Lindahl, C., dan Blount, E. 2003. Weblogs: Simplifiying Web Publishing in Computer (Online). Diakses tanggal 28 April 2016 http://www.csdl.computer.org/dl/mags/co/2003/11/ry114.pdf.
  • Molina, L & Albir, A.H. 2002. Translation Technique Revisited: A Dynamic and Functionalist Approach. Dalam Meta, Vol. XLVII, No. 4, 499-512.
  • Molina, Lucia & Hurtado, A. 2002. Transalation Techniques Revisited: A Dynamic and Functionalish Approach. Meta, Vol.47, n.4. p. 498-512.
  • Miles, M. B. and Huberman, A. M. 1994. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. 2nd Edition. Newbury Park: Sage Publication.
  • Nababan. M. R. 2003. Teori Menerjemahkan Bahasa Inggris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Newmark, P. (1988). A Textbook of Translation. London: Prentice Hall.
  • Nida, E.A dan Taber, C. R. 1974. The Theory and Practice of Translation. Den Haag: Brill
  • Nord, C. 2001. Translating as Purposeful Activity. Manchester: St. Jerome.
  • Shirinzadeh, S.A. & Mahadi, T.S.T. 2014. Foreignizing or domesticating tendencies in pazargadi’s english translation of hafez’s lyrics: study a case. Mediterranean Journal of Social Sciences. Vol 5 No 20.
  • Tanjung, Sufriati. 2015. Penilaian Penerjemahan Jerman-Indonesia. Yogyakarta: Kanwa Publisher.

Related Post

Pengertian Ideologi Penerjemahan (Domestikasi dan ... Terjemahan yang benar tergantung pada ideologi yang dianut karena terkait kebudayaan bahasa sumber. Ideologi penerjemahan memberikan pandangan makro d...
Finding the Right Translator When an editor acquires a foreign-language novel, and is excited by this ‘new find,’ he or she hopes to commission a translator who shares that enthus...
Should Editors of Translations Know The Source Lan... Books from so many countries are now published in English that it is highly unlikely any publishing house will have editors that are fluent in all the...
Teori Filosofi Penerjemahan (Jeremy Munday) Pendekatan filosofis pada penerjemahan bertujuan untuk mengungkap esensi tindak translasi. Filosofis modern berusaha dikenalkan oleh beberapa ahli s...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *