Jenis Strategi Pembelajaran Bahasa

By | Februari 15, 2017

Dalam interaksi kegiatan pembelajaran di kelas, baik pembelajar mapun peserta didik mumpunyai peranan yang sama penting. Perbedaannya pada fungsi dan peranannya masing-masing. Pengajar tentu saja harus mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu dibandingkan peserta didiknya, yang akan digunakan untuk membelajarkan peserta didik. Untuk itu, peranan mengajar dalam kegiatan pembelajaran ialah berusaha secara terus-menerus untuk membantu peserta didik membantu potensi-potensi yang dimilikinya. Pengajar harus memilih dan menetukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pengajaran.

Dalam memilih dan menentukan strategi peembelajaran diperlukan pendeekatan tertentu. Pendekatan merupakan suddut pandang atau titik tolak untuk memahami seluruh persoalan ddalam proses pembelajaran. Sudut pandang menggambarkan cara beerfikir dan sikap pengajar dalam menjalankan atau melaksanakan profesinya. menurut Gulo (2002), “Seseorang pengajar yang professional tidak hanya berfikir teentang apa yang akan diajarkan dan bagaimana diajarkan., teapi juga tentang siapa yang menerima pelajaran, apa makna belajar bagi peserta didik, dan kemampuan apa yang ada pada peseerta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.” Hal ini berimflikasi bahwa seorang pengajar harus mengetahui dan menguasai berbagai strategi embelajaran yang tepat agar peserta didik dapat belajar seecara efektif dan efisien, seerta mencapai tujuan yang diharapkan. Strategi pembelajaran merupakan kegiatan yang dipilih oleh pengajar atau dosen atau proses pembelajaran yang dapat membantu dan memudahkan peserta didik kearah tercapainya tujuan pengajaran tertentu.

Berikut ini dijelaskan jenis-jenis strategi pembelajaran berdasarkan klasifikasinya.

a. Strategi Pembelajaran berdasarkan Penekanan komponen dalam Program Pengajaran

Seperti telah dikemukakan di atas, berdasarkan komponen yang mendapat tekanan dalam program pengajaran, terdapat tiga macam strategi pembelajaran, yaitu (1) strategi pembelajaran yang berpusat pada pengajar, (2) strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan (3) strateegi pembelajaran yang berpusat pada materi pengajaran.

1. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Pengajar

Strategi pembelajaran yang berpusat pada pengajar merupakan strategi yang paling tua, diseebut juga strategi pembelajaran tradisional. Ada yang berpendapat bahwa mengajar adalah menyampaikan informasi kepada peserta didik. Dalam pengertian demikian, tekanan strategi pembelajaran berada pada pengajar itu sendiri. Pengajar berlaku sebagai sumber informasi yang mempunyai posisi yang sangat dominan. Pengajar harus berusaha mengalihkan pengetahuannya kepada peserta didik dan menyapaikan keterangan atau informasi sebanyak-banyaknya kepada peserta didik. belajar dalam pendekatan ini adalah usaha untuk menerima informasi dari pengajar sehingga dalam aktivitas peembelajaran peseerta didik cenderung menjadi pasif. Strategi pembelajaran yang berfpusat ada pengajar ini disebut teacher center strategies. Teknik penyajian pelajaran yang pararl dengan stategi peembelajaran ini adalah teknik ceramah, teknik team teaching, teknik sumbang saran, teknik demonstrasi, dan teknik antardisiplin.

2. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik

Tujuan mengajar adalah membelajarkan peserta didik. Membelajarkan berartimeningkatkan peserta didik untuk memproses, menemukan, dan menggunakan informasi bagi pengembangan diri peserta didik dalam konteks lingkungannya. Strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didiklah usaha u, atau disebut student center strategies, bertitik tolak pada pusat pandangan yang memberi arti bahwa mengajar merupakan usaha untuk menciptakan sistem lingkungan yang mengoptimalkan kegiatan belajar. Mengajar dalam arti ini adalah usaha untuk menciptakan suasana belajar bagi peserta didik secara optimal. yang menjadi pusat perhatian dalam proses pembelajaran ialah peserta didik, menitikberatkan pada usaha meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menemukan, memahami, dan memproses informasi. Peserta didik untuk objek pendidikan karena sebagai manusia ia adalah subjek dalam modalitas. dalam proses pembelajaran peserta didik berusaha secara aktif untuk mengembangkan dirinya di bawah bimbingan pengajar. Oleh karena itu, dalam kegiatan pembelajaran peserta didik harus diperlakukan dan memperlakukan dirinya bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjek aktif. dalam proses pembelajaran peseerta didik adalah manusia yang menjalani perubahan untuk dirinya sebagai seorang individu dan personal yang mempunyai kepribadian dengan kemampuan tertentu.

Berdasarkan pemahaman tersebut, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah strategi pembelajaran yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk aktif dan berpeeran dalam kegiatan pembelajaran. dalam strategi pembelajaran ini pengajar berpeeran sebagai fasilitator dan motivator. Pengajar membantu peserta didik untuk mengembangkan dirinya secara utuh sehingga pengajar harus mengenal potensi. Teknik penyajian yang pararel dengan strategi pembelajaran ini adalah teknik inkuiri, teknik satuan penajaran, teknik advokasi, teknik diskusi, teknik kerja kelompok, teknik penemuan, teknik experiment, teknik kerja lapangan, teknik sosiodrama, teknik nondirektif, dan teknik penyajian kasus.

3. Strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pengajaran

Materi pelajaran dapat dibedakan antara materi formal dan materi nonformal. mateeri formal adalah isi pelajaran yang terdapat dalam buku-buku teks resmi di sekolah, sedangkan materi nonformal adalah bahan-bahan pelajaran yang bersumber dari lingkungan sekolah yang bersangkutan. Bahan-bahan yang bessifat informal ini dibutuhkan agar penajaran lebih relevan dan actual atau berdasarkan situasi nyata. Pendidikan yang berlangsung dilembaga pendidikan formal adalah pendidikan yang terarah pada tujuan tertentu. Salah satunya yang berorieentasi pada disiplin ilmu pengetahuan, yang mengantar peserta didik pada penguasaan ilmu pengetahuan atau mateeri pengajaran. Sehubungan dengan itu, maka strategi pembelajaran diarahkan dan disusun berdasarkan disiplin ilmu pengetahuan atau materi pengajaran yang menjadi sasarannya. Menurut Ahmadi (1990) “pada hakikatnya, suatu strategi pembelajaran terdiri atas semua komponen materi atau paket pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.”

Strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pengajaran, atau yang disebut dengan material center strategies bertitik tolak dari pendapat yang mengemukakan bahwa belajar adalah usaha untuk memperoleh dan menguasai informasi. Dalam hal ini, strategi pembelajaran dipusatkan pada materi pelajaran. Menurut Gulo (2002) dalam strategi ini Perlu diperhatikan dua hal. Pertama, kecenderungan pada dominasi kognitif di mana pendidikan afektif dan keterampilan kurang mendapat perhatian yang meemadai dalam kerangka peningkatan kuaitas manusia seutuhnya. Kedua, materi pembelajaran yang disampaikan di kelas, dan yang dimuat dalam buku teks, akan makin using dengan pesatnya perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Materi pelajaran lebih berfungsi sebagai masukan yang akan berbaur dalam proses pembelajaran. Strategi pembelajaran yang berpusat pada materi berkembang dengan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang disertai arus globalisasi yang berakibat pengajar tidak lagi menjadi sumber informasi, karena banya media yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi, seperti melalui media masa cetak dan elektronik. Teknik penyajian yang pararel dengan strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pengajaran adalah tutorial, teknik modular, dan teknik pengajaran terpadu, teknik secara kasuistik, teknik kerja lapangan, teknik eksperimaen, dan teknik demonstrasi.


b. Strategi pembelajaran berdasarkan Kegiatan Pengolahan Pesan atau Materi

Berdasarkan kegiatan pengolahan pesan atau meteri, maka strategi pembelajaran dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris dan strategi belajar mengajar heuristic atau kurioristik.

1. Strategi Pembelajaran Ekspositoris

Strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentu penguaraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan atau penyajian verbal. pengajar mengolah materi secara tuntas sebelum disampaikan di kelas. Strategi pembelajaran ini menyiasati agar semua aspek dari komponen-kompnen pembentuk sistem intruksional mengarah pada sampainya iisi pelajaran kepada peserta didik secara langsung. Dalam strategi ini pengajar berperan sangat dominan, sedangkan peserta didik berperan sangat pasif atau menerima saja. Teknik penyajian pelajaran yang pararel dengan strategi ini adalah teknik ceramah, teknik diskusi, teknik interaksi massa, teknik antardisiplin, teknik simulasi, teknik demonstran, dan teknik team teaching.

2. Strategi Pembelajaran Heuristik atau Kurioristik

Strategi pembelajaran heuristik adalah strategi pembelajaran yang bertolak belakang dengan strategi pembelajaran ekspositoris karena dalam strategi ini peserta didik diberi kesempatan untuk berperan dominan dalam proses pembelajaran. Strategi ini menyiasati agar aspek-aspek komponen pembentuk sistem instruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta, prinsip, dan konsep yang mereka butuhkan.

Dalam strategi heuristik pengajar pertama-tama mengarahkan peserta didik kepada data-data terpilih, selanjutnya peserta didik merumuskan kesimpulan berdasarkan data-data tersebut. Bila kesimpulan tepata, tercapailah strategi ini dan proses berakhir. Sebaliknya, bila kesimpulan salah, pengajar bisa memberikan data baru sampai peserta didik memperoleh kesimpulan yang tepat. Dalam strategi ini pengajar hanya mengarahkan dan menuntun sampai peserta didik bisa menemukan sendiri.

Strategi pembelajaran heuristik adalah sebuah strategi yang menyiasati agar aspek-aspek dari komponen-komponen membentuk sistem intruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik, mencari dan menemukan sendiri fakta, prinsip, dan konsep yang mereka butuhkan. Teknik penyajian yang pararel dengan strategi pembelajaran ini adalah inkuiri, pemecahan masalah, eksperimen, penemuan, teknik nondirektif, penyajian secara kasus, dan teknik penyajian kerja lapangan.

c. Strategi Pembelajaran Berdasaran pengolahan Pesan atau Materi

Strategi pembelajaran berdasarkan cara pengolahan atau memproses pesan atau materi dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu strategi pembelajaran dedukasi dan strategi pembelajaran induksi.

1. Strategi Pembelajaran Dedukasi

Dalam strategi pembelajaran dedukasi pesan diolah mlai dari hal umum menuju kepada hal yang khusus, dari hal-hal yang abstrak kepada hal-hal yang nyata, dari konsep-konsep yang abstrak kepada contoh-contoh yang konkret, dari sebuah premis menuju ke kesimpulan yang logis. Langkah-langkah dalam strategi deduktif meliputi tiga tahap. pertama, pengajar memilih pengetahuan untuk diajarkan. Kedua, pengajar memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Ketiga, pengajar memberikan contoh-contoh dan membuktikannya kepada peserta didik. Misalnya, bila diambil contoh untuk pengajaran tentang kalimat tunggal, maka pengajar memulai dengan definisi kalimat tunggal, contoh-contoh kalimat tunggal, dan dilanjutkan dengan penjelasan cirri-ciri kalimat tunggal.

2. Strategi Pembelajaran Induksi

Strategi pembelajaran induksi adalah pengolahan pesan yang dmulai dari hal-hal yang khusus, dari peristiwa-peristiwa yang bersifat individual menuju generalisasi, dari pengalaman-pengalaman empiris yang individual menuju kepada konsep yang bersifat umum. Menurut Kenneth B. Anderson ada beberapa langkah untuk menetukan strategi pembelajaran induksi. Pertama, pengajar memilih bagian dari pengetahuan, aturan umum, prinsip, konsep, dst, yang akan diajarkan. kedua, pengajar menyajikan contoh-contoh spsifik untuk dijadikan bagian penyusunan hipotesis. Ketiga, bukti-bukti disajikan dengan maksud membenarkan atau menyangkal berbagai hipotesis tersebut. keempat, menyimpulkan bukti dan contoh-contoh tersebut. Bila strategi pembelajaran induksi diterapkan untuk pengajaran kalimat tunggal seperti pada strategi pembelajaran deduksi di atas, maka pengajaran terlebih dahulu memberikan contoh-contoh kalimat tunggal, kemudian dijelakan cirri-ciri kalimat tunggal sehuingga peserta didik dapat mendefinisikan sendiri tentang kalimat tunggal.

d. Strategi Pembelajaran Berdasarkan Cara Memproses Penemuan

Berdasarkan cara memproses penemuan, strategi pembelajaran dibedakan atas strategi ekspositoris dan strategi penemuan (discovery).

1. Strategi Pembelajaran Ekspositoris

Seperti yang telah dikemukakan di atas, strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Pengajar mengelolah secara tuntas pesan atau materi sebelum disampaikan di kelas. Strategi pembelajaran ini menyiasati agar semua aspek ari komponen-komponen pembentuk sistem instruksional mengarah pada tersampaikannya isi pelajaran kepada peserta didik secara langsung.

2. Strategi Penemuan (Discovery)

Dalam bukunya, Roestiyah (2001) mengemukakan bahwa discovery (penemuan) adalah proses mental peserta didik yang mampu mengasimilasikan seebuah konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan konsep mental tersebut antara lain ialah mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongka, menduga atau memperkirakan, menjelaskan, mengukur, dan membuat kesimpulan. Yang tergolong ke dalam konsep misalnya, segitiga, panas, demokrasi. Sedangkan yang dimaksud dengan prinsip, misalnya, logam bila dipanaskan akan mengembang.

Dalam strategi pembelajaran ini peserta didik dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental it sendiri. pengajar hanya membimbing dan memberikan instruksi. dalam strategi discovery pengajar harus berusaha menigkatkan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam strategi discovery dapat membantu peserta didik untuk memperoleh berbagai peningkatan:

a. mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitifna;
b. memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat individual sehingga dapat kokoh tersimpan dalam jiwa peserta didik;
c. membangkitkan kegairahan belajar para peseerta didik;
d. memberikan keseemppatan epada peserta didik untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing;
e. mengarahkan peserta didik untuk memiliki motivasi yang kuat sehingga belajar lebih giat;
f. memperkuat dan menambah kepercayaan diri peserta didik dengan proses penemuannya.

Kelemahan strategi pembelajaran discovery ialah bahwa akan kurang efektif bila diterapkan pada kelas yang jumlah peserta didiknya banyak atau kelas besar. Strategi inipun tidak akan berhasil apabila tidak memberikan kesempatan kepada eserta didik untuk berpikir secara kreatif. dengan kata lain, teknik ini terlalu mementingkan proses pengertian saja dan kurang memperhatikan pembentukan atau perkembangan sikap dan keterampilan peserta didik, seerta memerlukan kesiapan dan kematangan mental peserta didik. peserta didik harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitar proses pembelajaran dengan baik.

Teknik peyajian yang pararel dengan strategi ini adalah teknik discovery itu sendiri, teknik karya wisata, teknik kerja lapangan, dan tekni nondirektif.

Referensi

Iskandarwassid dan Dadang Sunendar. (2016). Strategi pembelajaran bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Bagaimana Menurutmu?

Related Post

Ethics In Educational Linguistics 1. Current Obsession Ethics, the study of how we are to live, of right and wrong, also known as moral philosophy, has been called 'the emperor of the...
Teaching English As A Foreign Language (Tefl) In I... The linguistic situation in Indonesia is complex because more than 400 local languages with thousands of dialectical varieties are spoken as first lan...
Bagaimana Perilaku Pembelajar Bahasa yang Berhasil Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apa yang dilakukan orang yang berhasil belajar bahasa. Guru bahasa sebaliknya mendorong siswany...
First Language Acquisition A. Introduction Learning a first language is an amazing accomplishment. It is a learning task perhaps like no other. At the onset of the language-l...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *