Sejarah Wayang di Indonesia

By | Juni 10, 2017

Wayang adalah karya sastra dan kebudayaan asli dari Indonesia yang paling tua dan diperkirakan sudah ada sejak 1500 tahun sebelum Masehi dari nenek moyang suku Jawa. Hal ini menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia sudah memiliki peradaban yang tinggi sejak ribuan tahun lalu.

Ada sebuah penemuan wayang kulit tertua yang diperkirakan sudah berusia ribuan tahun dan berasal dari abad 2 Masehi. Bukti ini menunjukkan bahwa kebudayaan wayang telah melewati sejarah panjang selama ribuan tahun dan telah melewati proses pergantian bentuk wayang.

Pada dasarnya tidak mudah menemukan ide atau gagasan untuk membuat wayang dengan menggunakan bahan kulit agar bisa awet selama ribuan tahun. Ini adalah pemikiran yang pastinya telah mengalami trial dan error dalam membuat wayang agar bisa berkualitas dan awet.

Penelitian menunjukkan bahwa wayang pertama kali dibuat menggunakan rumput yang diikat sehingga bisa membentuk perumpamaan wujud manusia. Tujuannya untuk menceritakan tentang kisah atau legenda masa lalu agar manusia bisa mengingat tentang sejarah nenek moyangnya.

Wayang berkembang semakin pesat dengan berbagai suguhan kisah menarik sehingga membuat pertunjukan wayang semakin diminati dan menjadi hiburan bagi masyarakat. Wayang memang dijadikan sebagai sarana untuk menyimpan sejarah masa lalu nenek moyang bangsa Indonesia.

Walaupun dahulu kala nenek moyang kita belum mengenal tulisan, namun mereka sudah pandai dalam menyimpan kisah sejarah agar abadi dan bisa diceritakan kepada banyak orang. Sunan Kalijogo melengkapi pertunjukan wayang dengan menambahkan gamelan sebagai iringan musik.

Hal tersebut membuat pertunjukan wayang semakin indah dengan adanya lantunan irama gamelan yang bisa terdengar ditelinga. Wayang semakin lama menjadi tontonan wajib bagi masyarakat untuk mencari hiburan ataupun mendengarkan cerita tentang sejarah nenek moyang.

Wayang berkembang ke seluruh tanah Jawa dan pembuatan model wayang juga semakin banyak serta memiliki ragam jenis tokoh wayang agar mudah dikenali. Hal ini membuat perkembangan wayang dibeberapa tempat memiliki bentuk yang berbeda baik dari segi cerita maupun iramanya.

Di negara kita ada beberapa jenis wayang antara lain :

– Wayang kulit
– Wayang golek
– Wayang orang
– Wayang rumput
– Wayang Motekar

Wayang Kulit

Wayang kulit banyak digunakan di daerah Jawa dan Bali. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang dan diiringini oleh grup musik serta para penyanyi wanita yang dinamakan sinden.

Wayang Golek

Sedangkan wayang golek banyak dimainkan oleh masyarakat Sunda. Wayang ini terbuat dari kayu dan dibuat patung yang penyerupai manusia sehingga bentuknya bisa dibuat bermacam-macam.

Wayang Orang

Seiring perkembangan zaman dalam dunia sastra dalam drama dan teater, maka wayang juga diperankan oleh manusia dalam sebuah adegan drama ataupun teater. Para pemeran menggunakan pakaian dan atribut seperti yang ada dalam dunia pewayangan.

Wayang Rumput atau Wayang Suket

Wayang ini terbuat dari bahan rumput yang dikeringkan kemudian dibentuk agar bisa menyerupai wayang kulit. Bentuknya memang persis seperti wayang kulit pada umumnya. Wayang rumput ini memang memiliki nilai filosofis sendiri dari jenis wayang lainnya.

Wayang Motekar

Wayang motekar terbuat dari bahan plastik dan pewarna transparan serta sistem pencahayaan yang baik seta layar khusus sebagai tampilan bayangannya.

Pertunjukan wayang kulit, wayang rumput dan wayang motekar menggunakan kain putih dan disorot lampu agar menghasilkan bayangan yang bagus dan enak ditonton. Sedangkan wayang orang dan wayang golek tidak menggunakan media layar putih dan bisa dilihat secara langsung.

Referensi :

paseban.org/2016/01/perbedaan-wayang-golek-dan-wayang-kulit.html

Related Post

Sutan Takdir Alisjahbana dalam Sastra Indonesia Nama Sutan Takdir Alisjahbana masih menjadi nama besar di dunia sastra Indonesia. Sastrawan yang lahir di Natal, 11 Februari 1908 ini telah meninggal ...
Media Sosial Dijadikan Sebagai Sarana Latihan Menu... Dengan adanya media sosial membuat orang-orang semakin rajin dalam membuat tulisan untuk sekedar memperbarui status atau menyapa teman-temannya. Hal i...
Kelebihan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Sebagian orang atau para calon mahasiswa mungkin masih ada yang memiliki anggapan miring terhadap jurusan bahasa dan sastra Indonesia. Hal ini karena ...
Penyair Jawa Kuno Menggunakan Bahasa Kawi Banyak yang mengatakan bahasa Kawi adalah bahasa jaman dahulu yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari pada masyarakat Jawa. Hal ini memang bena...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *