Sejarah Perkembangan Kesusastraan di Indonesia

By | November 21, 2016

Kesusastraan sudah ada sejak zaman dahulu, saat Indonesia sendiri belum merdeka dan bahkan sebelum terbentuk menjadi sebuah negara. Perkembangan kesusastraan di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi beberapa masa atau periodisasi. Berikut ini perkembangan kesusastraan Indonesia dari masa ke masa:

sejarah-sastra-indonesia

1. Kesusastraan Indonesia Lama (Kesusastraan Melayu Kuno)

Ciri-ciri Kesusastraan Indonesia Lama antara lain:

  • Bersifat istana sentris
  • Bersifat fantastis
  • Umumnya mengandung petuah
  • Jarang mencantumkan nama pengarang
  • Banyak dijumpai pemakaian bahasa klise (alkisah, konon kabarnya, pada suatu hari, dan sebagainya)

Bentuk karya sastra pada masa itu misalnya dongeng, doa, mantra, pelipur lara, dan lain-lain.

2. Kesusastraan Masa Purba

Kesusastaan Melayu Klasik sebelum dipengaruhi oleh sastra daerah dan sastra asing, disebut dengan Kesusastraan Masa Purba. Masyarakat pada waktu itu umumnya belum mengenal tulisan, jadi karya sastranya lebih ke cerita-cerita lisan. Bentuk karya sastra pada waktu itu misalnya mite, fabel, cerita jenaka, cerita pelipur lara, kata-kata pantang, mantra, dan lain-lain.

3. Kesusastraan Masa Pengaruh Hindu

Saat agama Hindu masuk ke Indonesia, maka karya sastra yang dihasilkan kemudian terpengaruh oleh kepercayaan Hindu dan orang-orangnya. Bentuk karya sastra pada waktu itu misalnya gurindam, seloka, cerita pelipur lara, cerita berbingkai, wiracarita. Hikayat Seri Rama dan Hikayat Pandawa Lima merupakan contoh karya sastra yang muncul saat Kesusastraan Masa Pengaruh Hindu. Selain pengaruh Hindu dari India, ada cerita-cerita yang bersumber dari kerajaan Hindu di Jawa, misalnya Cerita Damarwulan dan Cerita Panji.

4. Kesusastraan Masa Pengaruh Islam

Pedagang-pedagang Persi yang membawa agama Islam kemudian memberikan pengaruh pada kesusastraan Indonesia. Bentuk karya sastra pada masa itu misalnya syair, hadis melayu, cerita jenaka, cerita berbingkai, wiracarita, sejarah, dan kitab.

5. Kesusastraan Masa Peralihan

Masa peralihan yang dimaksud merupakan peralihan dari sastra lama ke sastra baru. Terdapat pengaruh barat di Indonesia sehingga mempengaruhi juga pada kesusastraan. Sastrawan yang terkenal pada masa itu yaitu Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Raja Ali Haji, dan Siti Saleha. Bentuk karya sastra yang banyak dihasilkan berupa syair, autobiografi, kisah, gurindam, dan saduran.

7. Kesusastraan Indonesia Baru

Kesusastraan Indonesia Baru dimulai saat munculnya Taman Bacaan Rakyat yang kemudian menjadi Balai Pustaka. Adanya Balai Pustaka memberikan keuntungan bagi kesusastraan Indonesia namun tidak memberikan kebebasan dalam menciptakan karya sastra. Setelah Balai Pustaka, kesusastraan Indonesia terus berkembang. Adapun yang tergolong Kesusastraan Indonesia Baru yaitu:

  1. Angkatan Balai Pustaka
  2. Angkatan Pujangga Baru
  3. Angkatan Empat Puluh Lima
  4. Angkatan Masa Enam Puluh Enam
  5. Angkatan 1980 – 1990-an
  6. Angkatan Reformasi
  7. Angkatan 2000-an

Referensi

  • Budiman, Sumiati. 1987. Sari Sastra Indonesia. Surakarta: PT Intan Pariwara
  • Periode Sastra. Diakses dari: http://sastranesia.com/periode-sastra/

Related Post

Mengenal Aliran dalam Sastra Sama seperti karya seni lainnya, di dalam sastra dikelompokkan juga karya sastra dalam aliran-aliran tertentu. Aliran sastra merupakan haluan yang dit...
Sejarah Musikalisasi Puisi di Indonesia Musik dan puisi adalah sebuah karya sastra yang berbeda, namun keduanya bisa dipadukan bersama untuk ditampilkan menjadi musik puisi. Pada awalnya mus...
Sastra Anak Memang Sangat Penting di Indonesia Gerakan minat baca selalu digalakkan ditiap-tiap kota diseluruh Indonesia sebagian besar dikota-kota besar terutama minat baca bagi anak-anak. Hal ini...
Sejarah Munculnya Penerbit Balai Pustaka Pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1800-an banyak sekali Koran milik pribumi mulai bermunculan. Tulisan di Koran tersebut menggunakan bahasa M...

One thought on “Sejarah Perkembangan Kesusastraan di Indonesia

  1. Akhdan

    Perjalanan panjang kesustraan di Indonesia. Di setiap massa memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda – beda yang semakin mewarnai karya sastra masa kini termasuk pengaruh unsur keagamaan

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *