Ruang Lingkup Sintaksis

By | Oktober 28, 2016

ruang-lingkung-sintaksisSintaksis merupakan ilmu yang mempelajari tentang prinsip dan peraturan membuat kalimat. Selain kalimat, sintaksis juga mempelajari tentang frase dan klausa. Ramlan (1981:1) mengatakan: “Sintaksis ialah bagian dari cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase.” Kita akan membahas masing-masing unsur dalam sintaksis, yaitu:

1. Kata

Kata merupakan satuan terkecil dalam hierarki komponen pembentu satuan sintaksis. Ada beberapa penggolongan kata, salah satunya menurut Gorys Keraf. Menurut Gorys Keraf, kata dibagi menjadi 4 macam yaitu kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata tugas.

2. Frase

Frase atau frasa merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata namun lebih kecil dari klausa dan kalimat. Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif. Contoh frase misalnya:

  • rumah baru itu
  • ayam bekisar saya
  • baju biru itu

3. Klausa

Klausa merupakan sekumpulan kata yang terdiri dari subjek dan predikat walau kadang tidak tampak secara eksplisit. Klusa berada di dalam kalimat. Jadi klausa merupakan sebuah kalimat yang menjadi bagian dari kalimat yang lebih besar.

4. Kalimat

Kalimat sendiri merupakan kesatuan bahasa yang terkecil yang mengandung pikiran yang lengkap. Sedangkan menurut strukturnya kalimat merupakan bagian ujaran yang didahului oleh kesenyapan dan diakhiri oleh kesenyapan, intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu telah selesai.

Struktur sintaksis terdiri dari susunan subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan. Keempatnya juga disebut sebagai jabatan kalimat.

a. Subjek: merupakan pokok kalimat. Subjek biasanya didapat dari jawaban kalimat tanya apa atau siapa. Ada dua macam subjek yaitu subjek pelaku dan subjek penderita.

b. Predikat: memberi penjelasan mengenai pokok kalimat atau subjek. Predikat dapat berupa predikat verbal dan predikat nominal.

c. Objek: disebut juga sebagai pelengkap yang biasanya berupa kata benda atau kata ganti. Objek dapat berupa objek penderita, objek pelaku, dan objek penyerta.

d. Keterangan: bagian kalimat yang memberi penjelasan mengenai kalimat atau bagian kalimat. Jenis keterangan misalnya keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan sebab, keterangan akibat, keterangan syarat, dan keterangan tujuan.

Referensi

  • Budiman, Sumiati. 1987. Sari Tata Bahasa Indonesia. Klaten: PT. Intan Pariwara.
  • Keraf, Gorys. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Flores: Nusa Indah.
  • Ramlan, M. 2005. Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis. Yogyakarta: UP Karyono.

Related Post

Kajian Kontroversi dalam Linguistik dan Atmosfir K... Kontroversi adalah telaah (keilmuan) yang diwarnai dengan pernyataan ilmiah dari sudut pandang yang berlawanan (Wahab, 1991: 5). Ilmu dikatakan dapat ...
Tiga Jenis Sistem Ortografi Linguistik Ortografi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari ejaan. Oleh karena itu, subdisiplin ini juga dapat disebut ilmu ejaan atau grafonomi. Harap u...
Filsafat Bahasa dalam Linguistik Hubungan bahasa dan filsafat sudah menjadi perhatian sejak lama oleh para filsuf. Mereka menyadari bahwa berbagai macam problem filsafat bisa dijelask...
Quantitative, Qualitative or Both? Combining Metho... There are three kind of linguistics research. They are quantitative, qualitative, and combination of qualitative and quantitative. To use these kind o...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *