Pengertian Resensi Buku dan Film serta Manfaatnya

By | Juli 8, 2017

Pada intinya resensi adalah pertimbangan ataupun pengulasan secara detail namun singkat mengenai sebuah karya sastra seperti buku, film, novel dan lainnya. Namun yang paling mendasar adalah, mengungkapkan kelebihan dan kekurangan dari karya yang dijadikan obyek.

Mengapa resensi sangat penting bagi sebuah karya sastra. Hal ini sebagai gambaran sekilas bagi masyarakat agar bisa mengetahui sebagian tentang karya tersebut. Tentu saja hal ini juga bermanfaat bagi karya sastra itu sendiri sebagai kritikan tentang kelebihan dan kekurangannya.

Resensi merupakan preview jika untuk film, sehingga para penonton bisa mengetahui sedikit cuplikan tentang cerita atau tema film. Sedangkan resensi untuk buku sangat bermanfaat bagi para pembaca sehingga bisa membaca tentang ringkasan isi buku yang diulas secara singkat.

Tujuan Resensi

  1. Yang paling utama adalah mengetahui kelebihan dan kekurangan karya sastra sehingga para pembaca ataupun penonton bisa tahu dimana nilai plus minus dari karya tersebut.
  2. Menjadi sebuah pertimbangan bagi para pembaca maupun penonton apakah karya tersebut benar-benar pantas bisa dinikmati atau tidak baik dari isi maupun judulnya.
  3. Bisa membandingkan dari segi kualitasnya dengan karya sastra lainnya sehingga bisa diketahui seberapa besar ukuran atau nilai dari karya sastra tersebut.
  4. Memberikan kritik dan saran bagi pemilik karya tersebut sehingga bisa mengetahui kekurangannya dan bisa memperbaikinya.

Manfaat Resensi

  1. Media Promosi

Resensi lebih banyak diperlukan pada buku atau film yang baru diterbitkan agar masyarakat mengetahuinya sebagai sarana untuk promosi. Resensi biasanya ditampilkan pada media cetak seperti koran, majalah, internet, serta media lain yang bisa dijadikan sebagai metode iklan.

  1. Media Persuasif

Melalui resensi, banyak sekali masyarakat yang akhirnya tertarik dan penasaran dari resensi tersebut selanjutnya membeli buku ataupun menonton film. Banyak masyarakat yang melihat dari sampul atau judul saja kurang tertarik, namun berubah pikiran setelah membaca resensinya.

  1. Penilaian Obyektif

Penulis resensi tidak memihak kepada siapapun karena penilaian dilakukan secara obyektif dan berdasarkan kualitas dari karya sastra tersebut. Hal ini akan memberikan sebuah perspektif yang netral sehingga pembaca atau penonton mendapatkan sedikit informasi tentang karya sastra itu.

 

Tips Menulis Resensi Buku

  1. Informasi Akurat

Semua informasi tentang judul buku, genre, jenis buku, nama pengarang, nama penerbit, harga buku, tahun terbit, tahun cetak, jumlah halaman, ISBN, jenis kertas. Informasi yang diberikan harus jelas dan detail agar pembaca memiliki pengetahuan yang selengkap-lengkapnya.

  1. Latar Belakang dan Tujuan

Memberikan latar belakang dan tujuan dari penulisan buku tersebut yang bisa diketahui dari pendahuluan dan kata pengantar dari buku tersebut. Kemudian menulis sinopsis, ulasan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan seperti membuat kerangka tulisan dalam buku tersebut.

  1. Penutup

Pada akhir tulisan, dengan menuliskan kesimpulan, saran dan kepada siapa buku ini sebaiknya dibaca serta dengan menyebutkan alasannya.

Tips Menulis Resensi Film

  1. Judul Resensi

Memilih judul resensi yang menarik untuk dibaca disesuaikan dengan judul film tersebut. Selanjutnya memaparkan semua yang terkait dengan film tersebut diantaranya sutradara, genre, produser, durasi dan aktor utama serta sinopsis secara singkat mengenai tema dan alur cerita.

  1. Penutup

Pada bagian penutup tentunya berisi tentang segmentasi film serta kelebihan dan kekurangannya. Untuk siapa saja film ini cocok ditonton dan pesan yang dibawa dari film tersebut serta latar belakangnya.

Referensi :

jatikom.com/2016/03/contoh-resensi-buku-terbenar-dan.html

 

Related Post

Sejarah Munculnya Sastrawan Angkatan Pujangga Baru Pada mulanya, Pujangga Baru adalah sebuah nama majalah sastra yang diterbitkan para penulis yang ingin bebas untuk menulis tentang kehidupan nyata di ...
Sejarah Perkembangan Kesusastraan di Indonesia Kesusastraan sudah ada sejak zaman dahulu, saat Indonesia sendiri belum merdeka dan bahkan sebelum terbentuk menjadi sebuah negara. Perkembangan kesus...
Sejarah Musikalisasi Puisi di Indonesia Musik dan puisi adalah sebuah karya sastra yang berbeda, namun keduanya bisa dipadukan bersama untuk ditampilkan menjadi musik puisi. Pada awalnya mus...
Penyair Jawa Kuno Menggunakan Bahasa Kawi Banyak yang mengatakan bahasa Kawi adalah bahasa jaman dahulu yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari pada masyarakat Jawa. Hal ini memang bena...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *