Putusnya Tali Bahasa Jawa

By | Januari 21, 2017

Secara umum sebagian besar orang memandang kalau bahasa Jawa itu adalah salah satu bahasa daerah yang paling eksis, bahkan paling banyak digunakan di Indonesia. Lebih dari itu bahasa Jawa juga digunakan di 6 negara lain seperti Suriname, Malaysia, Suriname, Belanda, Kaledonia Baru,  dan Cocos Island (Australia). Banyaknya masyarkat Jawa yang melakukan transmigrasi menjadi

Gambar: rapat pemuda masyarkat Jawa

Perlu kita tahu lebih mendalam bahwa bahasa Jawa tediri dari tiga tingkatan aturan tata krama berbahasa (undhak-undhuk) yaitu:

  1. Ngoko, merupakan ragam bahasa informal yang digunakan oleh antar masyarkat tutur dengan latar belakang teman sebaya, kerabat dekat, dan kepada lawan bicara yang memiliki status sosial yang lebih rendah. Tingkat tutur ngoko juga mencerminkan rasa tak berjarak antara penutur (O1) terhadap mitra tutur (O2 ).
  2. Madya, jenis ini umumnya digunakan di antara para penutur yang tidak akrab, seperti penanya di jalan di mana satu sama lain tidak mengetahui kelas sosialnya, dan ketika seseorang ingin berbicara tidak terlalu formal dan juga tidak terlalu informal.  Ragam ini berada di antara ngoko dan krama.
  3. Krama, merupakan ragam formal yang digunakan oleh masyarkat tutur dengan status sosial yang lebih rendah kepada lawan bicaranya dengan status sosial yang lebih tinggi, termasuk dari yang lebih muda terhadap yang lebih tua.

Kalau bahasa ngoko memang masih banyak digunakan akan tetapi jika bahasa Madya dan Krama sangat jarang digunakan, hanya digunakan interaksi kepada orang yang lebih tua, orang baru, khutbah, acara keagamaan, acara formil.

Secara permukaan memang masih, akan tetapi sebenarnya generasi muda kelahiran tahun 80an, 90an, dan 2000an, sudah tidak bisa lagi menggunakan bahasa Jawa kromo. Generasi – generasi ini yang notabene jadi penutur lanjutan tidak lagi bisa memahami kosa kata bahasa kromo. Bahkan pada acara – acara formil di desa pun menggunakan bahasa Indonesia.

Sekalipun digunakan hanya disisipkan menjadi campur kode dengan persentase sangat kecil. Yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan bahasa Jawa itu sendiri. Apakah bahasa Jawa akan putus dan hilang?

Bagaimana dengan eksistensi bahasa Jawa di desa kamu?

Referensi

  1. http://www.satujam.com/wow-ternyata-penduduk-di-7-negara-ini-menggunakan-bahasa-jawa/
  2. http://eprints.uns.ac.id/3073/1/64891606200905261.pdf

Bagaimana Menurutmu?

Related Post

Bahasa Apa yang Pertama Kali Digunakan Di Dunia in... Bahasa memang sebuah alat komunikasi yang memudahkan hubungan antar manusia untuk bisa saling memahami melalui lisan ataupun tulisan. Selain itu, bisa...
Teori Asal-Usul Bahasa Asal-usul bahasa merupakan aspek bahasa yang paling dipertentangkan oleh para ahli. Kajian mengenai hal ini tidak memuaskan karena sulitnya para ahli ...
Pengertian Analisis Wacana dan Analisis Wacana Kri... Membicarakan analisis wacana (AW) dan analisis wacana kritis (AWK) maka kita harus memahami dulu apa itu wacana. Wacana dalam bahasa Inggris discourse...
Quantitative Methods: Concepts, Framework and Issu... In the previous chapter we have introduced about of mixed methods methodologies and triangulation approach (use of several methods to support each oth...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *