Proses Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia

By | November 19, 2016

Proses morfofonemik merupakan proses yang terjadi pada suatu morfem akibat pertemuan morfem dengan morfem lainnya. Ada juga yang mengartikan sebagai gejala berubahnya fonem sebagai akibat bergabungnya beberapa morfem (biasanya afiks dan morfem dasar).

proses-morfofonemik

Proses morfofonemik yang terjadi pada Bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga proses, antara lain:

a. Proses Perubahan Fonem

Proses perubahan fonem merubah suatu fonem pada morfem akibat bertemu dengan morfem lainnya.
Contoh:

1) Fonem /N/ pada morfem meN- dan peN- akan berubah menjadi fonem /m/, jika bertemu dengan morfem-morfem yang diawali dengan fonem (p, b, dan f). Misalnya:
meN- + pinjam = meminjam
meN- + fatwakan= memfatwa
peN- + batik= pembatik

2) fonem /N/ pada morfem meN- dan peN- akan berubah menjadi fonem /n/, jika bertemu dengan morfem-morfem yang diawali dengan fonem (t, d, dan s). Misalnya:
meN- + tutup= menutup
peN- + tutup= penutup

3) Fonem /N/ pada morfem meN- dan peN- akan berubah menjadi fonem /n/, jika bertemu dengan morfem yang diawali fonem (s, c, dan j). Misalnya:
meN- + sapu= menyapu
peN- + sapu= penyapu
meN- + cari = mencari
meN- + jauh= menjauh

4) Fonem /N/ pada morfem meN- dan peN- akan berubah menjadi fonem /ŋ/, jika bertemu dengan morfem yang diawali dengan fonem (k, g, kh, dan h, serta vokal). Misalnya:

5) Fonem /r/ pada morfem ber- dan per- akan berubah menjadi fonem /l/, jika bertemu dengan morfem-morfem seperti ajar. Misalnya:
ber- + ajar= belajar
per- + ajar= pelajar

6) Fonem /?/ akan berubah menjadi fonem /k/, akibat bertemu dengan morfem ke-an. Misalnya:
ke-an + duduk/dudu?/ = kedudukan
ke-an + rusak/rusa?/ = kerusakan

b. Proses Penambahan Fonem

Proses penambahan fonem merupakan proses penambahan fonem pada suatu morfem akibat pertemuan suatu morfem dengan morfem lainnya. Biasanya fonem yang ditambahkan yaitu fonem /ə/. Jadi morfem meN- akan menjadi menge- dan morfem peN- akan menjadi penge-. Misalnya:
meN- + cat=mengecat
meN- + las= mengelas
peN- + cat= pengecat
peN- + las= pengelas
per-an + tikai = pertikaian/pertikaiyan/
ke-an + pulau= kepulauan/kepulawan/

c. Proses Penghilangan Fonem

Proses penghilangan fonem merupakan hilangnya sebuah fonem akibat pertemuan dengan sebuah morfem dengan morfem yang lain.

1) Hilangnya fonem /n/ pada morfem meN- dan peN- akibat bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan fonem /l, r, y, w, dan nasal/. Misalnya:
meN- + lerai = melerai
meN- + rumuskan= merumuskan
meN- + yakinkan= meyakinkan
meN- + warnai= mewarnai
peN- + lupa= pelupa

2) Hilangnya fonem /r/ pada morfem ber-, per-, dan ter- akibat bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan fonem /r/ dan bentuk dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /ə r/. Misalnya:
ber- + rapat= berapat
ber- +kerja= bekerja
per- + ragakan= peragakan
ter- + rasa= terasa

3) Fonem-fonem /p, t, s, k/ pada awal morfem hilang akibat bertemu morfem meN- dan peN- dengan bentuk dasar yang berawal dengan fonem-fonem itu. Misalnya:
meN- + paksa= memaksa
meN- + tulis= menulis
peN- + paksa= pemaksa

Referensi

  • Suhardi. 2012. Pengantar Linguistik Umum. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  • Kusumah, Encep. Pertemuan X – Morfofonemik. Diakses dari: http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/196502101991121-ENCEP_KUSUMAH/HANDOUT/Pertemuan_10-Morfofonemik.pdf

Related Post

Makna Linguistik: Leksikal dan Gramatikal Menurut Tarigan, makna terbagi atas dua macam yaitu makna linguistik dan makna sosial. Makna linguistik sendiri terbagi menjadi dua yaitu makna leksik...
The Philosophy of Applied Linguistics Introduction The expression “philosophy of history,” for instance, may be understood to mean: (1) a philosophically informed account of actual events...
Pengertian Analisis Wacana dan Analisis Wacana Kri... Membicarakan analisis wacana (AW) dan analisis wacana kritis (AWK) maka kita harus memahami dulu apa itu wacana. Wacana dalam bahasa Inggris discourse...
Tiga Jenis Sistem Ortografi Linguistik Ortografi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari ejaan. Oleh karena itu, subdisiplin ini juga dapat disebut ilmu ejaan atau grafonomi. Harap u...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *