Prosedur dan Metode Penerjemahan

By | November 8, 2016

Prosedur penerjemahan adalah teknik atau cara yang pakai penerjemahan selama proses penerjemahan berlangsung pada tataran kata, frasa, dan kalimat. Metode penerjemahan merupakan prinsip yang mendasari cara kita dalam menerjemahkan teks yang bermuara pada bentuk terjemahannya. Metode penerjemahan dipakai agar kegiatan penerjemahan yang dilakukan dapat lebih efektif dan efisien.

prosedur-penerjemahanProsedur Penerjemahan

Vinay dan Darbenet dalam Munday (2001: 56-58) membagi penerjemahan menjadi dua yakni penerjemahan langsugn dan tidak langsung (direct translation dan oblique translation).

A. Penerjemahan Langsung

1. Peminjaman

Peminjaman merupakan metode yang paling sederhana. Penerjemah hanya akan menulis kembali istilah bahasa sumber ke dalam bahasa yang diterjemahkan tanpa melakukan modifikasi apapun. Metode ini digunakan agar dapat membawa suasana bahasa sumber ke bahasa sasaran serta mengatasi tidak adanya istilah yang sama pada bahasa sasaran. Metode ini juga dilakukan karena adanya perbedaan lingkungan, budaya, atau pandangan hidup antara pemakai bahasa sumber dan pemakai bahasa sasaran.

2. Calque

Kalke (Calque) serupa dengan metode peminjaman namun ada proses penerjemahan. Istilah asing yang tidak memiliki dalam bahasa sasaran kemudian diterjemahkan bagian-bagian. Istilah terjemahan tersebut nantiknya dapat menjadi bagian dari bahasa sasaran.

3. Penerjemahan Harfiah

Metode ini berusaha memaknai setiap kata yan ada dalam kalimat bahasa sumber serta menyesuaikannya dengan kaidah bahasa sasaran. Jika dengan metode ini makna telah tersampaikan maka tugas penerjemah telah selesai. Jika makna belum tersampaikan maka perlu menerapkan metode lainnya.

B. Penerjemahan tidak Langsung

1. Transposisi

Metode ini dilakukan dengan mengubah satu level bahasa ke level bahasa yang lainnya. Misalnya dari kata ke frase atau bahkan ke kalimat. Kalimat majemuk juga dapat diterjemahkan ke dalam kalimat yang sederhana, atau dua kalimat sederhana dapat diterjemahkan menjadi sebuah kalimat majemuk.

2. Modulasi

Metode modulasi merupakan metode pergeseran sudut pandang. Pergeseran sudut pandang makna bisa berupa mengubah kalimat aktif menjai pasif, makna negatif menjadi positif, dan sebaliknya. Contohnya kata sick yang diterjemahkan menjadi tidak sehat.

3. Padanan

Metode padanan/ ekuivalensi yaitu metode yang memodifikasi kata-kata dari bahasa sumber sehingga sesuai dengan kaidah bahasa sasaran. Misalnya kata modification yang diterjemahkan menjadi modifikasi, atau fiction yang diterjemahkan menjadi fiksi.

4. Adaptasi

Metode adaptasi merupakan metode yang paling ekstrim dilakukan. Metode ini dilakukan jika dalam bahasa umber tidak ditemukan dalam bahasa sasaran. Misalnya ‘konsep hidup bersama sebelum menikah’ yang serupa dengan ‘kumpul kebo’ namun dapat diterjemahkan menjadi konsep ‘keluarga’.

Metode Penerjemahan

Newmark menyebutkan ada delapan jenis metode penerjemahan yang dibagi menjadi dua golongan, yaitu berorientasi pada bahasa sumber (BSu) dan berorientasi pada bahasa sasaran (BSa): Metode penerjemahan ini juga dikenal dengan Diagram V.

1. Berorientasi pada BSu

1) Penerjemahan kata demi kata: dilakukan dengan menerjemahkan kata demi kata dan membiarkan susunan kalimat seperti dalam sumber.

2) Penerjemahan harfiah: dilakukan dengan mengubah struktur kalimat namun kata dan gaya bahasa masih dipertahankan.

3) Penerjemahan setia: dilakukan dengan mempertahankan sejauh mungkin aspek format atau aspek bentuk sehingga dapat secara lengkap melihat segi bentuknya.

4) Penerjemahan semantis: menekankan pada penggunaan istilah, kata kunci, atau ungkapan yang harus dihadirkan dalam hasil terjemahan.

2. Berorientasi pada BSa

1) Adaptasi (saduran): menekankan pada isi pesan sedang bentuk disesuaikan dengan kebutuhan pembaca.

2) Penerjemahan bebas: menekankan pada pengalihan pesan sedang pengungkapannya dilakukan sesuai kebutuhan calon pembaca.

3) Penerjemahan idiomatis: berusaha menemukan padanan istilah, ungkapan, dan idiom yang tersedia dalam bahasa sasaran.

4) Penerjemahan komunikatif: menekankan pada pesan dan memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi, namun tidak menerjemahkan secara bebas.

Referensi

  • Newmark, Peter. 1988. A Textbook of Translation. Hertfordshire: Prentice Hall International English Language Teaching.
  • Laksono, Puji. 2014. Analisis Metode Penerjemahan Dalam Menerjemahkan Novel Revolusi di Nusa Damai ke Revolt in Paradise. Jurnal PPKM UNSIQ, 55-60. Diakses dari: http://abcd.unsiq.ac.id/source/LP3MPB/Jurnal/Januari/PPKM.V1-6.Puji-Analisis%20Metode….pdf
  • Teori Penerjemahan (Strategi Penerjemahan Bag. II Metode Penerjemahan) (PPT). Diakses dari: http://www.ekasan.lecture.ub.ac.id/files/2013/10/Metode-Penerjemahan-Materi-4.pptx

Bagaimana Menurutmu?

Related Post

Pengertian Ideologi Penerjemahan (Domestikasi dan ... Terjemahan yang benar tergantung pada ideologi yang dianut karena terkait kebudayaan bahasa sumber. Ideologi penerjemahan memberikan pandangan makro d...
Translation Methods by Newmark, 1988 A. The Methods Word-for-word translation This is often demonstrated as interlinear translation, with The TL immediately below the SL words. The SL...
Finding the Right Translator When an editor acquires a foreign-language novel, and is excited by this ‘new find,’ he or she hopes to commission a translator who shares that enthus...
Teori Penerjemahan ke Bahasa Inggris (Translation ... Seorang penerjemah saat menerjemahkan harus benar – benar memahami apa yang hendak diterjamahkan dan apa yang dimaksudkan oleh penulis. Penerjemahan i...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *