Perkembangan Linguistik Modern

By | November 12, 2016

Linguistik modern berkembang sejak abad ke-19. Pada masa itu bahasa Latin tidak digunakan lagi dalam kehidupan sehari-hari baik di pemerintahan ataupun pendidikan di wilayah Eropa. Objek kajian peneliti bahasa terfokus pada bahasa-bahasa Roman dan non-Roman yang dianggap memiliki hubungan kekerabatan dari rumpun bahasa yang sama.

perkembangan-linguistik-modernPara peneliti menyadari bahwa kesamaan antara bahasa satu dengan lainnya bukanlah kebetulan belaka. Persamaan itu terjadi lebih mungkin karena mereka berasal dari nenek moyang yang sama. Penelitian bahasa pada abad ke-19 lebih banyak mengenai karakter bahasa lama, yang diucapkan sekitar 6.000 tahun yang lalu. Rumpun bahasa yang direkontruksikan saat itu yaitu Rumpun Indo-Eropa yang berkembang menjadi bahasa Inggris, Rusia, Hindi, dan lain-lain.

Pada awal abad ke-20, perhatian beralih pada fakta bahwa tidak hanya bahasa berubah, tapi struktur bahasa juga berubah. Perhatian pada dunia linguistik lebih kepada studi tentang grammar atau struktur bahasa. Pada tahun 1920an, muncul program ‘struktural linguistik’ yang mengembangkan metode analisis gramatikal. Program itu terinspirasi oleh Ferdinand  de Saussure yang kemudian dikenal sebagai bapak linguistik modern (Yendra, 2016:36).

Presiden Amerika Thomas Jefferson (1801-1890) kemudian menganjurkan para ahli linguistik Amerika untuk meneliti bahasa-bahasa di Amerika, khususnya bahasa India. Beberapa ahli bahasa kemudian menulis sejumlah buku tentang ilmu bahasa, misalnya Language and the Study of Language (1867), Handbook of America Indian languages (1911-1922), Language (1921), dan An Introduction to Linguistic Science (1914).

Pada pertengahan abad ke-19, muncul ahli bahasa Boam Chomsky yang menulis buku Syntactic Structures (1957). Tahun 1968, Chomsky mencetuskan teori extended standard theory. Pada tahun 1970an muncl teori Linguistik Fungsional Sistemik (LFS) oleh M. A. K Halliday. Menurut Halliday dan Matthiessen, bahasa alami tidak dibentuk secara semiotik, seperti bahasa matematika dan bahasa komputer. Menurut LFS, setiap unit tata bahasa diklasifikasikan dalam klausa, kelompok dan frasa, kata, dan morfem.

Ilmu linguistik terus berkembang sampai saat ini dengan pengaruh dari teori-teori yang sudah ada sebelumnya termasuk aliran linguistik tradisional. Perkembangan juga terjadi pada bidang kajian bahasa yang tidak hanya meliputi aspek gramatikal, namun meluas ke aspek di luar bahasa. Teori terapan mulai muncul ke dalam kajian lingusitik, salah satu yang menjadi perhatian yaitu linguistik bidang pendidikan terkait pembelajaran bahasa.

Referensi

  • Yendra. 2016. Mengenal Ilmu Bahasa (Linguistik). Yogyakarta: Deepublish.
  • Linguisticsociety.org. The History of Modern Linguistics. Diakses dari: http://www.linguisticsociety.org/resource/history-modern-linguistics
  • Natsir, Muhammad. 2016. Linguistik Fungsional Sistemik: Dimensi dalam Bahasa (PDF). Diakses dari: http://digilib.unimed.ac.id/4921/2/Fulltext.pdf

Related Post

Pengertian dan Proses Morfologi (Bahasa Indonesia) Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang berhubungan dengan bentuk kata dan sering juga disebut dengan istilah tatabentuk. Menur...
Research Methods for Applied Linguistics: Scope, C... The Scope of Applied Linguistics Research Over the past two decades, books on applied linguistics research have often failed to define the term resea...
Pengertian, Unsur, dan Jenis Semantik Istilah “semantic” relative baru asal muasalnya, yang baru diciptakan pada abad ke-19 dari seorang verba Yunani yang berarti “menandakan’. Tentu saja ...
Ruang Lingkup Sintaksis Sintaksis merupakan ilmu yang mempelajari tentang prinsip dan peraturan membuat kalimat. Selain kalimat, sintaksis juga mempelajari tentang frase dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *