Perbedaan Linguistik Teoritis dan Linguistik Terapan

By | Oktober 22, 2016

Menurut tujuan kajiannya Chaer (2009: 4) menjelaskan bahwa linguistik dapat dibedakan atas dua bidang besar yaitu linguistik teoritis dan linguistik terapan. Kajian teoritis hanya ditunjukan untuk mencari atau menemukan teori-teori linguistik belaka. Hanya untuk membuat kaidah-kaidah linguistik secara deskriptif. Sedangkan kajian terapan ditujukan untuk menerapkan kaidah-kaidah linguistik dalam kegiatan praktis, seperti dalam pengajaran bahasa, penerjemahan, penyusunan kamus, dan sebagainya.

perbedaan-linguistik-teoritis-dan-linguistik-terapanVerhaar (1986: 10) menyatakan bahwa linguistik sebagai ilmu pengetahuan membutuhkan suatu teori yang konsisten, sesuatu teori linguistik. Bila seseorang ahli linguistik memusatkan perhatiannya khusus pada pendirian sesuatu teori, maka apa yang dikerjakannya boleh disebut linguistik teori. Banyak ahli linguistik bekerja dengan cara itu: mau mempertanggungjawabkan kekonstitenan metodenya, dls. Perhatian pada teori tidak berarti kurang memperhatikan data dan bahan bahasa. Dalam teori yang baik telah dipertanggungjawabkan data dan bahan. Misalnya seorang ahli linguistik yang memberi uraian teoritis tentang kekerabatan bahasa-bahasa Austronesia dianggap telah mempunyai bahan cukup tentang system bunyi, sitem tatabahasa dsb. Dari bahasa-bahasa itu. Linguistik semacam inilah yang disebut linguistik teoritis.

Linguistik juga dipahami dan dimanfaatkan pula untuk masalah praktik diluar linguistik itu sendiri. Misalnya bagaimana mengatasi kesulitan dalam pengajaran suatu bahasa asing, penerjemahan bahasa, dan penyusunan kamus? kesulitan tersebut untuk sebagian tidak mengnyangkut bahasa tetapi misalnya umur siswa, motivasinya, kemampuannya dalam menghapalkan bahan-bahan, dls; masalah tersebut jelas termasuk dalam psikologi belajar, psikologi perkembangan, dan psikologi pedagogic. Lalu itu berarti linguistik menjadi linguistik terapan: ilmu linguistik dan teori linguistik itu dikerjakan bukan hanya demi teori itu sendiri, melainkan hanya sejauh menolong untuk mengatasi kesulitan tadi. Verhaar (1986: 10) menyatakan bahwa teori linguistik untuk linguistik terapan hanya berguna sejauh dapat memecahkan soal praktis. Istilah Inggris untuk linguistic terapan adalah applied linguistic, dibedakan dari theoretical linguistics itu.

Referensi

  • Chaer, Abdul. (2009). Psikolinguistik: Kajian teoritik. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Verhaar, John. W. M. (1986). Pengantar linguistik. Yogyakarta: Gaja Mada Uversity Press.

Related Post

Interdisipliner Kajian Wacana terkait Ilmu lain Sumber: shutterstock.com Kajian wacana sebagai salah satu disiplin ilmu dalam linguistik mengkaji penggunaan bahasa dalam suatu tindak komunikasi. K...
Memahami Arti Linguistik Sinkronis dan Linguistik ... Secara umum pemahaman tentang linguistik dimaknai sebagai ilmu bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Para pakar linguistik j...
Haruskah Guru Bahasa Asing Mengikuti Perkembangan ... Tulisan ini adalah sebuah makalah yang ditulis oleh  Dr. Abdul Wahab, MA dalam Bukunya Isu Linguistik Pengajaran Bahasa dan Sastra yang menyajikan erg...
Pengertian Analisis Wacana dan Analisis Wacana Kri... Membicarakan analisis wacana (AW) dan analisis wacana kritis (AWK) maka kita harus memahami dulu apa itu wacana. Wacana dalam bahasa Inggris discourse...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *