Perbedaan Diksi Fiksi dan Fiktif

12330 views

Membicarakan tentang diksi fiksi dan fiktif maka hal yang paling mendasar yang harus kita ketahui adalah pengertianya. Diksi atau pilihan kata merupakan kajian bidang lingusitik murni yakni berkutat pada ilmu kebahasaan. Selanjutnya kata fiksi dan fiktif harus dapat dipahami bukan hanya pada tataran maknanya tetapi harus lebih detail lagi yakni berkaitan dengan pengertian dan konteksnya.

Daring KBBI

Beberapa waktu lalu memang sedang hangat tentang penggunaan kata fiksi dan fiktif. Membicarakan kedua diksi tersebut berarti membicarakan tentang fenomena bahasa, maka dapat dilihat dari sudut pandang ilmu bahasa yakni ilmu linguistik. Cabang ilmu linguistik yang tepat adalah linguistik murni yakni morfologi, jika hanya membicarakan asal katanya, tetapi jika membicarakn konteksnya maka akan lebih luas lagi, bisa dari sudut pandang semantik atau bisa pula analysis wacana.

Apa itu Arti Kata

Arti kata hanya berarti makna atau inti sari dari suatu ungkapan. Makna kata bisa ditemukan dengan mudah dalam kamus monolingual. Membicarakan kamus berarti membicarakan terjemahan, karena kamus merupakan suatu bank data yang berisi teks yang disebut lema yang diterjemahkan. jadi suatu teks dapat diterjemahkan kembali dalam bahasa yang sama. Menurut Jacobson yang menjelaskan tentang jenis terjemahan menyebutkan hal ini disebut intralingual translation yakni mengkomunikasikan kembali suatu makna dengan teks yang berbeda di bahasa yang sama.

Arti kata fiksi

Selanjutnya untuk mengetahui arti kata, maka kita dapat menggunakan kamus  yaitu kamus Monolingual. Dalam Hal ini KBBI kerena merupakan diksi berbahasa Indonesia. KBBI (2008:391) menjelaskan fiksi sebagai berikut

Fiksi : fik.si

  1. n Susastra cerita rekaan (roman, novel, dsb)
  2. n rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan
  3. n pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pemikiran.

Dari tiga pengeritan diatas maka kata fiksi merupakan kata benda (n) yakni sesuatu baik yang berbentuk wujud atau berbentung pernyataan yang diciptakan oleh seseorang hanya berdasarkan pada suatu pemikiran atau khayalan. Dalam ranah sastra berarti fiksi adalah karya yang dibuat bukan berdasarkan pada kisah nyata. Hal ini kita kenal juga sebagai karya sastra fiksi. Lalu fiski juga berarti juga sesuatu tidak berwujud bisa berupa suatu ujaran, tulisan, ungakapan, dan lain sebagainya yang bersfiat lisan atau tulis yang diciptakan hanya berdasakran rekaaan.

Arti kata fiktif

KBBI menjelaskan dihalaman yang sama, fiktif artinya adjektiva bersifat fiksi; hanya terdapat dalam kahyalan. KBBI juga mencontohkan misal dalam cerita “Pengantin Kali Ciliwung” ini adalah cerita belaka. Artinya ada sebuah cerita tentan g pengantin di Kali Ciliwung yang isi ceritanya bukan berdasarkan kisah nyata (true story) tetapi berupa rekaan.

Pada tahap ini kita hanya membahas diksi dari sudut pandang arti kata. Yaitu makna lexikalnya saja yang bertolak pada kamus. Makna ini menjadi acuan dalam penggunaan kata berbahasa Indonesia. Selanjutnya apakah arti kata saja itu cukup? dalam sudut pandang linguistik murni yakni morfologi, maka pengertian diatas sudah dianggap cukup. Akan tetapi jika dilihat dari sudut pandang analysis wacana, tentu bisa saja berbeda. Jika ingin mengetahui secara gamblang dari suatu motif dari suatu pernyataan maka memerlukan analysis wacana kritis (AWK).

Jika membahas tentang pengertian, terutama pengertian suatu istilah ilmu tertentu, kita tidak bisa menggunakan pengertian dari suatu kata yang bersumber dari kamus sebagai dasar definis atau dasar dalam kajian pustaka. Yang kita butuhkan adalah pengertina dari para ahli yang menjelaskan dalam teori yang tertulis dalam suatu buku atau jurnal. Misalkan saja, apa pengertian linguistik? pengeritan ini tidak bisa kita tulis jika hanya berdasarkan arti kata kamus, tetapi harus ada penjelasan teoritis dari ahli.

Sumber

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • Daring KBBI https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/fiksi

Tinggalkan pesan "Perbedaan Diksi Fiksi dan Fiktif"

Penulis: 
author
Agung Prasetyo, pemilik dan penulis blog LinguistikId.com