Pengertian, Unsur, dan Jenis Semantik

By | November 16, 2016

Istilah “semantic” relative baru asal muasalnya, yang baru diciptakan pada abad ke-19 dari seorang verba Yunani yang berarti “menandakan’. Tentu saja ini tidak berarti bahwa ahli memalingkan perhatian mereka pada penyelidikan makna dan kata-kata kurang dari seratus tahun yang lalu. Sebaliknya, sejak dulu hingga kini ahli-ahli tata bahasa tertarik akan makna kata-katadari pada akan fungsi singtaksisnya. Manifestassi praktik ketertarikan ini terlihat pada tak terhitungnya kamus-kamus yang telah dihasilkan sepanjang masa, tidak hanya di Barat, tetapi juga diseluruh dunia yang disitu bahasa telah diselidiki. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa kategori-kategori tata bahasa tradisional banyak ditentukan oleh cara-caranya menandakan yang khas.

unsur-contoh-semantik1. Pengertian Semantik

Pengertian semantik yang dikemukakan oleh beberapa sumber yaitu,

  • Chaer (1994: 60) menyatakan bahwa dalam semantik yang dibahas adalah hubungan antara kata dengan konsep atau makna dari kata tersebut, serta benda atau hal-hal yang dirujuk oleh makna itu yang berada diluar bahasa.
  • Tarigan (1985: 7) menyatakan semantik menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang meyatakan makna, hubungan makna satu dengan yang lain, dan pengaruhnya terhadap manusia dan masyarakat.
  • Griffiths (2006: 1) “Semantics is the study of the “toolkit” for meaning: knowledge encoded in the vocabulary of the language and in its patterns for building more elaborate meanings, up to the level of sentence meanings”. Artinya adalah semantik merukan studi tentang makna: pengetahuan tentang kode dalam kosakata bahasa dan pola untuk membangun makna yang lebih rumit, sampai ke tingkat makna kalimat.
  • Kreidler (1998: 3) Semantics is the systematic study of meaning, and linguistic semantics is the study of how languages organize and express meanings. Artinya adalah semantik merupakan studi sistematik makna, dan semantik linguistik adalah studi dari bagaimana bahasa mengorganisasi dan mengekspresikan makna.
    Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa semantik adalah salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji arti atau makna serta lambang-lambang yang memberi tanda pemaknaan yang mempunyai kedudukan ilmu yang sama dengan cabang ilmu bahasa lainnya.

2. Unsur-unsur semantik

a. Tanda dan Lambang (symbol)

Tanda dan lambing (simbol merupakan dua unsure yang terdapat dalam bahasa. Tanda dan lambing (symbol) dikembangkan menjadi sebuah teori yang dinamaka simiotik. Simiotik mempunyai tiga aspek yang sangat berkaitan erat dengan ilmu bahasa, yaitu; aspek sintaksis, aspek semantic, dan aspek pragmatic.

b. Makna Leksikal dan Hubungan Referensial

Unsur leksikal adalah unit yang terkecil di dalam sistem makna suatu ilmu bahasa dan keberadaannya dapat dibedakan dari unit terkecil lainnya. Makna leksikal dapat berupa categorematical dan syncategorematical, yaitu semua kata dan imlpeksi, kelompok ilimiah dengan makna struktural yang harus didefinisikan dalam satuan konstruksi. Sedangkan hubungan referensial adalah hubungan yang terdapat antara sebuah kata dan dunia luar bahasa yang diacu oleh pembicaraan.

c. Penamaan

Istilah penamaan, diartikan Kridalaksana (1993), sebagai proses pencariaan lambang bahasa untuk menggambarkanobjek konsep, proses dan sebagainya; biasanya dengan memanfaatkan perbendaharaan yang ada; antara lain dengan perubahan-perubahan makna yang mungkin atau dengan penciptaan kata atau kelompok kata.

3. Jenis-jenis makna

a. Makna Sempit

Kridalaksana (1993: 133), menyatakan bahwa makna sempit (specialized meaning, narrowed meaning) adalah makna ujaran yang lebih sempit dari pada makna pusatnya; misalnya, kepala dalam kepala batu.

b. Makna Luas

Djajasudarman (1993: 8), makna luas (widened meaning atau extended meaning) adalah makna yang terkandung pada sebuah kata lebih luas dari yang diperkirakan

c. Makna Kognitif

Djajasudarman (1993: 9), makna kognitif disebut juga makna deskritif atau denotatif adalah makna yang menunjukan adanya hubungan konsep dengan dunia kenyataan. Makna kognitif adalah makna lugas, makna apa adanya. Makna kognitif tidak hanya dimiliki kata-kata yang menunjuk benda-benda nyata, tetapi mengacu pula pada bentuk-bentuk yang makna kognitifnya khusus.

d. Makna Konotatif dan Emotif

Makna konotatif adalah makna yang muncul dari makna kognitif (lewat makna kognitif), ke dalam makna kognitif tersebut ditambahkan komponen makna lain.Makna emotif adalah makna yang melibatkan perasaan (pembicara, pendengar; penulis dan pembaca) kearah yang positif.

e. Makna Referensial

Makna referensial adalah makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan yang dapat dijelaskan oleh analisi komponen; juga disebut denotasi; lawan dari konotasi.

f. Makna Konstruksi

Makna konstruksi adalah makna yang terdapat dalam konstruksi, misalnya ‘milk’ yang dalam bahasa Indonesia diungkapkan dengan urutan kata.

g. Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

Makna leksikal adalah makna unsur-unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa, dan lain-lain. sementara, makna gramatikal adalah makna yang menyangkut hubungan intra bahasa, atau makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya sebuah kata di dalam kalimat. Di dalam semantik makna gramatikal dibedakan dari makna leksikal. Makna leksikal dapat berubah ke dalam makna gramatikal secara operasional.

h. Makna Idesional

Makna idesional adalah makna yang muncul sebagai akibat penggunaan kata yang berkonsep atau ide yang terkandung di dalam satuan kata-kata, baik bentuk dasar maupun turunan.

i. Makna Proposisi

Makna proposisi adalah makna yang muncul ketika kita membatasi pengertian tentang sesuatu. Kata-kata dengan makna proposisi dapat kita lihat di bidang matematika, atau bidang eksatra. Makna proposisi mengandung pula makna saran, hal, rencana, yang dapat dipahami melalui konteks.

j. Makna Pusat

Makna pusat adalah makna kata yang umumnya dimengerti bilamana kata itu diberikan tanpa konteks. Makna pusat disebut juga makna takberciri.

k. Makna Piktorial

Makna pictorial adalah makna suatu kata yang berhubungan dengan perasaan pendengar atau pembaca.

l. Makna Idiomatik

Makna idiomatik adalah atau kiasan adalah pemakaian kata dengan makna yang tidak sebenarnya.

Referensi

  • Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Semantik 1. Pengantar ke Arah Ilmu Makna.
    Bandung: ERESCO.
  • Griffiths, Patrick. (2006). An Introduction to English Semantics and Pragmatics. Britain: Edinburgh University Press
  • Kreidler, C. W. Introducing english semantics. London and New York: Routledge
  • Kridalaksanan, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Edisi Ketiga. Jakarta:
    Gramedia Pustaka Utama.
  • Tarigan, H. G. (1985). Pengajaran sintaksis. Bandung: Angkasa.

Bagaimana Menurutmu?

Related Post

Pengertian dan Proses Perubahan Bahasa Perubahan bahasa adalah adanya perubahan terhadap suatu kata atau bertambahnya bahasa baru berdasarkan tujuan tertentu Jakobson (1963). Pada awalnya...
Haruskah Guru Bahasa Asing Mengikuti Perkembangan ... Tulisan ini adalah sebuah makalah yang ditulis oleh  Dr. Abdul Wahab, MA dalam Bukunya Isu Linguistik Pengajaran Bahasa dan Sastra yang menyajikan erg...
Aliran Linguistik Transformasional Aliran yang dipelopori oleh N. Chomsky ini merupakan reaksi dari paham strukturalisme. Konsep strukturalisme yang paling ditentang oleh aliran ini ial...
Linguistics and Language Learning The intersection of linguistics and language learning has led to several distinct areas of study. The unifying field of educational linguistics examin...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *