Pengertian dan Proses Morfologi (Bahasa Indonesia)

By | November 2, 2016

Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang berhubungan dengan bentuk kata dan sering juga disebut dengan istilah tatabentuk. Menurut Ramlan, morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata.

pengertian-proses-morfologiMorfem merupakan bentuk kata yang paling kecil dan sudah memiliki arti. Sebuah kata bisa terdiri dari satu atau lebih morfem, misalnya kata “jalan” yang terdiri dari satu morfem, “berjalan” yang terdiri dari dua morfem (ber- dan jalan), “jalan-jalan” yang terdiri dari dua morfem, atau “menjalankan” yang terdiri dari tiga morfem (me-, jalan, dan -kan).

Ditinjau dari bentuknya kata dapat dibagi menjadi dua yaitu kata asal dan kata jadian. Kata asal bisa menjadi kata jadian melalui proses morfologi. Proses morfologi sendiri merupakan proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya. Ada tiga proses morfologi, yaitu:

1. Proses pembubuhan afiks (afiksasi)

Afiksasi merupakan proses menambahkan/membubuhkan afiks atau imbuhan. Afiksasi terdiri dari:

1) prefiks (awalan) : ber-, me-, pe-, per-, di-, ter-, ke-, se-

2) sufiks (akhiran):  -kan, -an, -i

3) infiks (sisipan): -el, em, er

4) konfiks (awalan dan akhiran): ber-kan, ber-an, per-an, per-im, pe-an, di-kan, di-I, me-kan, ter-kan, ter-i, ke-an

5) simulfiks: memper-kan, memper-I, diper-kan, diper-i

2. Proses pengulangan (reduplikasi)

Reduplikasi merupakan proses pembentukan kata ulang. Macam-macam kata ulang yaitu:

1) Dwipurwa: kata ulang atas suku awal, contoh: jaka → jajaka → jejaka.

2) Dwilingga: kata ulang seluruh kata dasar, contoh: guru-guru, siswa-siswa.

3) Dwilingga salin: kata ulang berubah bunyi, contoh: sayur-mayur, gerak-gerik.

4) Kata ulang berimbuhan: kata ulang yang di dalamnya terdapat perulangan kata dasar dengan memperoleh imbuhan, contoh: tertawa-tawa, perumahan-perumahan.

5) Kata ulang semu: kata ulang yang tidak memiliki bentuk dasar yang diulang, contoh: kura-kura, kupu-kupu.

3. Proses pemajemukan

Proses pemajemukan atau komposisi merupakan proses penggabungan dua kata atau lebih sehingga membentuk kata majemuk atau kata yang memiliki arti baru. Macam-macam kata majemuk yaitu:

1) Kata majemuk setara: kata majemuk yang unsur-unsurnya sederajat, contoh: jual beli, tua muda.

2) Kata mejemuk tak setara: kata majemuk yang unsur-unsurnya tidak sederajat, contoh: saputangan, kamar kecil.

3) Kata majemuk hibridis: kata majemuk yang merupakan gabungan dari unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing, contoh: tenis meja, bumi putra.

4) Kata majemuk unik: kata majemuk yang salah satu unsurnya hanya dapat bergabung dengan kata pasangannya itu, tidak dapat bergabung dengan kata lain. Contoh: gegap gempita, muda belia.

Referensi

  • Budiman, Sumiati. 1987. Sari Tata Bahasa Indonesia. Klaten: PT. Intan Pariwara.
  • Ramlan, M. 1979. Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: U.P. Karyono.

Related Post

Penerapan Kohesi, Koherensi dan Referensi dalam Ka... Suatu teks memiliki wacana jika unsur kohesi, koherensi, dan referensi terdapat pada suatu teks. Untuk mengetahui unsur – unsur tersebut maka perlu me...
Ruang Lingkup Sintaksis Sintaksis merupakan ilmu yang mempelajari tentang prinsip dan peraturan membuat kalimat. Selain kalimat, sintaksis juga mempelajari tentang frase dan ...
Munculnya Variasi Kode Akibat Strata Sosial dan Ge... Mengapa dalam tindak komunikasi muncul variasi kode atau tuturan? Variasi kode muncul karena interaksi sosial dari dua atau lebih dialek yang berbed...
Fenomena Wacana dalam Praktek Sosial, Ideologi, Ke... Wacana merupakan bagian dari praktek sosial yakni komunikasi. Komunikasi antar pengguna bahasa selalu melibatkan wacana. Setiap penyampai pesan memili...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *