Perkembangan Novel Anak-anak di Indonesia

By | Mei 11, 2017

Pada dasarnya menulis novel untuk cerita anak-anak memang lebih mudah karena tidak memerlukan alur penulisan yang sistematis. Hal ini karena segmen pembaca adalah kalangan remaja yang hanya membutuhkan tulisan yang enak dibaca, mendidik dan ada kesan menghibur.

Tentu saja tulisan pada novel anak-anak hanya memerlukan metode penulisan yang bisa mengikuti jalan pikiran dari anak usia dini. Selain itu, disertai dengan kisah yang mengandung fiksi agar para pembaca bisa bermain dengan daya imajinasinya dan mengantarkannya melayang.

Tentu saja para pembaca khususnya anak-anak memang sedang berada pada masa dimana mereka masih mudah untuk terinspirasi dengan cerita-cerita fiksi. Hal yang penting adalah bisa membawa anak-anak untuk bergairah dan memiliki semangat untuk bercita-cita setinggi langit.

Sebenarnya banyak sekali cerita rakyat yang bisa diangkat, dinikmati dan dijadikan bahan pembelajaran ataupun bisa memotivasi anak-anak dalam hidup ini. Manfaat lainnya adalah bisa menjadikan budaya membaca bagi anak-anak agar tidak bosan dengan bacaan pelajaran sekolah.

Novel anak-anak juga bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran tentang sejarah para pahlawan dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini kepada anak-anak. Juga bisa dijadikan pembelajaran tentang kekayaan masa lalu dinegeri ini seperti masa kerajaan Kutai, Sriwijaya dan Majapahit.

Namun banyak sekali para penulis yang pesimis dan kurang percaya diri untuk menulis novel cerita anak-anak karena tidak yakin akan diterima oleh pembaca. Padahal banyak juga novel anak yang diangkat ke layar lebar seperti Laskar pelangi, Anak-Anak Langit dan novel lainnya.

Setelah novel Laskar Pelangi difilmkan, ternyata wisatawan domestik yang berkunjung ke Bangka Belitung semakin meningkat, tempat dimana cerita dalam novel tersebut. Tentunya hal ini memberikan manfaat positif bagi kemajuan pariwisata sehingga menggugah wisatawan lokal.

Ternyata melalui novel anak-anak saja bisa memberikan manfaat yang positif bagi kemajuan pariwisata, pendidikan dan ekonomi dalam masyarakat. Karena mengingat dampak positifnya yang sangat besar ini, tentunya novel anak-anak memerlukan perhatian dan perlu ditingkatkan.

Banyak juga para penerbit buku yang membuka peluang bagi para penulis agar bisa mengirimkan naskahnya untuk novel anak-anak. Karena kebutuhan pembaca untuk novel anak-anak juga semakin meningkat dengan banyaknya slogan akan budaya membaca bagi anak-anak.

Selain itu, novel anak-anak terjemahan dari bahasa asing juga ternyata bisa diterima para pembaca dan mereka pun menikmatinya. Ini berarti bahwa kebutuhan pembaca untuk novel anak-anak sangat besar dan tentunya para sastrawan dan penerbit bisa memenuhi kebutuhan ini.

Jika para sastrawan dan penerbit tidak memperhatikan akan hal ini, tentu saja segmen novel anak-anak akan diserbu novel terjemahan yang datang dari luar. Mungkin saja anak-anak kita nantinya hanya akan mengenal cerita dinegeri asing dan tidak tahu cerita dari negerinya sendiri.

Related Post

Sastra Indonesia di Masa Lampau Sejak abad ke 9 Masehi, masyarakat Nusantara sudah mengenal dunia tulis menulis. Hal ini karena sudah ada bukti dengan adanya peninggalan sejarah pras...
Sutardji Calzoum Bachri, “Presiden Penyair Indones... Mendapat julukan “Presiden Penyair Indonesia” merupakan salah satu bukti kuatnya pengaruh Sutardji Calzoum Bachri dalam dunia sastra puisi di Indonesi...
Media Sosial Dijadikan Sebagai Sarana Latihan Menu... Dengan adanya media sosial membuat orang-orang semakin rajin dalam membuat tulisan untuk sekedar memperbarui status atau menyapa teman-temannya. Hal i...
Sejarah Awal Puisi Lama Di Indonesia Ternyata masyarakat Indonesia sudah mengenal puisi sejak dahulu sekitar abad 7 Masehi ketika pada masa kerajaan Sriwijaya. Hal ini terbukti dari penem...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *