Mengenal Jenis – jenis Tema Puisi

4418 views

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang syarat akan pesan moral yang terbugkus dalam tema tertentu. Puisi berisfat subjektif, setiap penikmat puisi bisa saja memiliki interpretasi (kebebasan interpretasi) yang berdeda dengan penyairnya. Terlebih puisi seringkali ditampilkan dalam bahasa yang figuratif dan konotatif. Jika seorang penyair menginginkan adanya persamaan tafsir antara dirinya dengan pendengar maka seyogyanya pemilihan tema dan kata dirangkai lebih jelas.

Apabila terjadi tabrakan antara dua tema tentu akan berdampak multi tafsir yang berlebih. Misalkan saja terjadinya tabrakan antara tema ketuhanan dan tema kebangsaan. Hal ini tentu dapat memicu lepasnya batas – batas puisi seperti suku, agama, dan ras (SARA).

Tema Puisi

Tema merupakan gagasan pokok yang diungkapkan oleh seorang penyair. Gagasan ini merupakan landasan pemikiran penyair dalam menginterpretasikan kehidupan. Tema (sense) merupakan salah satu unsur batin puisi. Unsur batin puisi lainya antra lain: perasaan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone), amanat (intention). Waluyo (1987:107 – 118) membagi tema puisi menjadi 4 tema yaitu:

1. Tema ketuhanan

Tema ketuhanan merupakan puisi yang menunjukan adanya pengalaman religi penyair yang dapat dicirikan dari diksi yang syarat akan ketuhanan dan beribadatan.

2. Tema kebangsaan/ patriotisme

Puisi yang mengambarkan cinta tanah air, perjuangan, kepahlawanan, dan kemerdekaan. Puisi ini dapat ditampilkan untuk mempuk jiwa kebangsaan, rasa memiliki, dan menghargai jasa para pahlawan.

3. Tema kemanusiaan

Tema ini menyampaikan tentang harkat dan martabat manusia. Manusia sebagai mahluk yang sempurna memiliki harkat dan marbat yang tinggi yang harus disuarakan ke khalayak.

4. Tema Keadilan sosial

Tema ini biasanya menyuarakan kesengasaraan, penderitaan, kesenjangan, dan kemisikinan rakyat. Misalkan saja puisi yang disuarakan oleh korban perang atau rakyat sipil

5. Tema Kedaulatan Rakyat

Puisi dengan tema lebih lebih cenderung memberikan kritik dalam menentang kekuasaan atau penjajahan yang sewanang – wenang. Ketika perlawanan secara secara birokrarif dan fisik sudah tidak lagi mampu menjawab suatu kesewenangan, puisi menjadi salah satu jalan untuk menyuaran keresahan rakyat

Melalui satu tema tertentu, penyair ingin meyakinkan pembaca/ pendegar tentang keresahan hatinya.  Selanjutnya tema yang sudah difikirkan akan mencakup keseluruhan struktur puisi termasuk dalam ungkapan – ungkapanya. Oleh sebab itu, apa yang difikirkan oleh penyair tak perlu ditanyakan kepada penyairnya.

Sumber

Waluyo, H. J. (1987). Teori dan apresiasi puisi. Jakarta: Erlangga.

Tags: #Sastra

Tinggalkan pesan "Mengenal Jenis – jenis Tema Puisi"

Penulis: 
author
Agung Prasetyo, pemilik dan penulis blog LinguistikId.com