Masalah Pendidikan Sastra di Sekolah

By | Juni 19, 2017

Sastra menjadi bagian yang sangat penting dalam dunia sekolah dan diajarkan di setiap level pendidikan di negara Indonesia tercinta. Pembelajaran ilmu sastra biasanya mencakup kedalam tiga genre, yaitu prosa fiksi, puisi, dan drama yang biasanya banyak diminati para pelajar.

Pada prakteknya, ketiga genre difokuskan dengan kegiatan menyimak dan membaca sebagai bentuk pengajaran awal kepada para siswa. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan berbicara dan menulis bagi para siswa untuk melatih kreatifitas dan produktifitas untuk menghasilkan karya.

Pembelajaran awal tentu saja harus selalu mendapatkan bimbingan untuk mengarahkan tingkat kreatifitas bagi para pelajar. Selanjutnya agar selalu rutin dalam mengadakan evaluasi mengenai peningkatan dari pendidikan sastra yang telah diajarkan pada semua siswa.

Kendala yang dihadapi para guru dalam mengajarkan ilmu sastra adalah kurangnya sarana dan prasarana terutama penyediaan buku-buku sastra. Hal ini akan mengakibatkan pendidikan sastra kurang efektif karena siswa tidak memiliki banyak contoh karya sastra yang menjadi rujukan.

Karena agar bisa meningkatkan ilmu sastra, hal utama yang harus dilakukan adalah banyak membaca buku-buku karya sastra. Hal ini akan menjadikan input pada otak dan proses pembelajaran bisa lebih mudah sehingga bisa menghasilkan output yaitu membuat karya sastra.

Banyak orang yang menganggap bahwa ilmu sastra itu mudah, karena ilmu sastra hanya sekedar baca tulis saja dan terlalu menganggap remeh. Tentu saja anggapan tersebut salah besar, karena sesungguhnya untuk bisa menghasilkan karya sastra membutuhkan pemikiran yang serius.

Ilmu sastra banyak berhubungan dengan dunia tulis menulis, dan tidak semua orang bisa membuat tulisan yang baik dan mudah dipahami serta disenangi pembaca. Hal ini menjadi kendala bagi siswa yang mempelajari ilmu sastra dan sering menemui kemacetan dalam menulis.

Salah satu cara untuk mengatasi kemacetan dalam menulis adalah belajar di luar sekolah atau outdoor untuk menemukan hal-hal baru yang ada diluar sekolah. Hal ini bisa menumbuhkan daya imajinasi para siswa agar bisa berkembang dengan melihat alam dan lingkungan sekitarnya.

Berkawan dengan alam terbuka dan lingkungan sekitar biasanya kurang disentuh para guru dalam memberikan pembelajaran ilmu sastra. Tentu saja para siswa kurang begitu bergairah dalam menghasilkan karya sastra tanpa adanya suasana baru untuk memacu otak dalam bekerja.

Kendala lain yaitu para guru hanya memberikan kesempatan bagi siswa hanya untuk berkarya dalam mengisi mading. Tentunya hal ini kurang memberi semangat berkarya, setidaknya guru memberikan peluang karya sastra siswa bisa dimuat dimedia massa atau media internet.

Selain itu, setidaknya para guru bisa mengusahakan agar karya sastra siswa bisa dimuat pada penerbit buku sehingga bisa memacu semangat dalam berkarya. Hal lainnya adalah untuk mengadakan workshop dengan para penulis agar bisa menimba ilmu dari para ahlinya.

Seharusnya para guru mau melibatkan para penulis lokal dan mengundang mereka untuk ikut berpartisipasi dalam pembelajaran ilmu sastra kepada siswa. Tentu saja siswa akan lebih serius jika bertemu langsung dengan sastrawan yang sudah memiliki nama besar dalam bidang sastra.

Referensi :

hanafauziah55.blogspot.co.id/2013/10/kumpulan-artikel-artikel.html

 

Related Post

Pengaruh Bahasa Asing Bagi Bahasa Indonesia Masuknya budaya barat atau proses Westernisasi kata memang ditakuti oleh para ahli bahasa dan dikhawatirkan bisa mengikis kualitas bahasa Indonesia. H...
Kemajuan teknologi Internet Bagi Dunia Sastra Indo...   Walaupun sekarang sudah memasuki era teknologi canggih yang serba menggunakan komputer dan semua informasi bisa didapat melalui internet, na...
Cara Menulis Esai Yang Baik Esai merupakan sebuah tulisan yang mengangkat tentang fakta dan pandangan serta opini dari sudut pandang penulis. Esai termasuk dalam tulisan formal, ...
Perjalanan Puisi Lama dan Puisi Baru Indonesia Puisi atau puisi baru memang berkembang pesat dinegara kita dari dulu hingga sekarang. Para penulis puisi semakin bertambah banyak dan tentu saja trad...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *