Konsep Dasar Sosiolinguistik

By | Oktober 29, 2016

Sosiolinguistik merupakan studi yang mempelajari pengaruh sosial terhadap bahasa yang digunakan dan efek penggunaan bahasa dalam masyarakat. Sosiolinguistik berbeda dari sosiologi bahasa yang fokus pada efek bahasa terhadap masyarakat. Sosiolinguistik lebih fokus pada efek sosial dalam bahasa.

konsep-dasar-sosiolinguistikIlmu ini juga mempelajari bagaimana keberagaman bahasa berbeda antar satu kelompok dengan lainnya yang terpisahkan oleh variabel sosial dan bagaimana menciptakan dan adheren peraturan yang digunakan untuk mengkategorikan individu dalam kelas sosial ekonomi. Penggunaan bahasa berbeda dari daerah satu ke daerah yang lainnya, berbeda juga dalam kelompok sosial yang berbeda.

Aspek sosial pada bahasa awalnya dipelajari oleh ahli bahasa India dan Jepang pada tahun 1930 dan juga oleh Louis Gauchat di Swiss pada awal 1900an. Pada waktu itu studi yang dilakukan kurang mendapatkan perhatian dari dunia barat. Baru pada tahun 1960an, studi sosiolinguistik muncul di barat yang dilakukan oleh William Labov di Amerika dan Basil Bernstein di Inggris.

Studi sosiolinguistik sangat luas namun terdapat beberapa konsep dasar dalam sosiolinguistik. Konsep dasar sosiolinguistik antara lain:

a. Komunitas berbicara

Komunitas berbicara merupakan konsep yang mendeskripsikan sebuah kelompok tertentu yang menggunakan bahasa dengan cara unik dan diterima dalam komunitas tersebut. Komunitas berbicara dapat menjadi anggota dari profesi dengan jargon khusus, kelompok sosial tertentu seperti murid SMA atau fans hip hop. Anggota dalam komunitas berbicara tersebut sering mengembangkan slang atau jargon untuk kelompok mereka sendiri.

b. Keberagaman reputasi

Bahasa bisa dibedakan berdasarkan nilai positif dan negatif, atau reputasi rendah dan tinggi dalam masyarakat. Ada jenis bahasa yang menggambarkan reputasi lebih tinggi ada juga yang menggambarkan reputasi kelompok yang lebih rendah. Di Jawa misalnya, bahasa Jawa yang digunakan di kalangan bangsawan Jawa menjadi berbeda dari bahasa Jawa yang digunakan masyarakat biasa. Selain jenis bahasa, dialek yang digunakan berbeda sesuai dengan reputasinya.

c. Jaringan sosial

Memahami bahasa dalam masyarakat juga berarti memahami jariangan sosial tempat bahasa tersebut berkembang. Sebuah jaringan sosial merupakan cara lain untuk mendeksripsikan komunitas berbicara tertentu dalam hubungannya antar individu dalam komunitas. Sebuah jaringan sosial dapat ketat atau longgar tergantung bagaimana anggotanya berinteraksi antara satu dengan lainnya. Saat ini, jaringan sosial juga tercipta melalui internet mulai dari grup Facebook, ruang chat, ataupun layanan dating online.

Referensi

Wardhaugh, Ronald. 2006. An Introduction to Sociolinguistic. New York: Wiley-Blackwell.

Bagaimana Menurutmu?

Related Post

Quantitative, Qualitative or Both? Combining Metho... There are three kind of linguistics research. They are quantitative, qualitative, and combination of qualitative and quantitative. To use these kind o...
Semantik dalam Studi Linguistik Sudah kita ketahui bersama bahwa dalam perkembangan sejarah linguistik pada bidang semantik agak ditelantarkan atau bisa disebut kurang mendapatkan pe...
Fenomena Wacana dalam Praktek Sosial, Ideologi, Ke... Wacana merupakan bagian dari praktek sosial yakni komunikasi. Komunikasi antar pengguna bahasa selalu melibatkan wacana. Setiap penyampai pesan memili...
Pengertian dan Cabang-Cabang Psikolinguistik 1. Pengertian Psikolinguistik Psikologi (psychology) berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche (jiwa), dan logos (ilmu). Secara etimologi, psikologi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *