Kedudukan Fonologi dalam Linguistik

By | Oktober 26, 2016

kedudukan-fonologi-dalam-linguistikLinguistik merupakan ilmu bahasa yang menurut objek kajiannya, linguistik dapat dibagi atas dua cabang besar, yaitu linguistik mikro dan makro. Objek kajian mikro adalah struktur internal bahasa itu sendiri, mencakup teori linguistic, linguistic deskriptif, dan linguistic historis komparatif. Di dalam teori linguistic mengkaji ilmu fonologi (fonetik dan fonemik), morfologi, sintaksis, semantik. Sedangkan objek kajian linguistic makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa seperti faktor sosiologis, psikologis, antropologi, dan neurologi.

A. Pengertian Fonologi

Menurut istilah fonologi berasal dari kata Fon yang bearti bunyi  dan Logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi fonologi adalah ilmu yang mempelajari bunyi (bahasa), yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Menerut beberapa ahli, fonologi dapat diartikan sebagai berikut:

  • Keraf (1984: 30), fonologi adalah bagian dari tata bahasa yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa.
  • Kridalaksana (1995: 57), fonologi adalah bidang dalam linguistic yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya.
  • Chaer (1994: 102), fonologi adalah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa, yang secara etimologi terbentuk dari kata fon yaitu bunyi dan logi yaitu ilmu.
  • Verhaar (1986: 36) fonologi adalah sebagai bidang khusus dalam linguistic itu mengamati bunyi-bunyi suatu bahasa tertentu menurut fungsinya untuk membedakan makna leksikal dalam bahasa tersebut.

Dari beberapa definisi di atas mengenai pengertian fonologi dapat disimpulkan bahwa fonologi adalah bidang linguistic yang mempelajari, mengkaji, dan menganalisis bunyi-bunyi bahasa yang di hasilkan dari alat ucap manusia menurut fungsinya.

B. Cabang Fonologi

Fonologi dibagi di dalam dua cabang yaitu fonetik dan fonemik.

  1. Fonetik merupakan ilmu yang mempelajari pembentukan bunyi bahasa, menurut Chaer (1994: 102) fonetik adalah cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. Lebih lanjut lagi dijelakan oleh Kridalaksana (1995: 56) fonetik adalah ilmu yang menyelidiki penghasilan, penyampaian, dan penerimaan bunyi bahasa; ilmu interdisipliner linguistic dengan fisika, anatomi, dan psikologi. Jadi, fonetik adalah cabang studi dari fonologi yang mengkaji dan menanalisis penghasilan, bunyi-bunyi ujaran bahasa yang dipakai dalam penutur tanpa harus memperhatikan fungsinya sebagai pembeda makna atau arti.
  2. Fonemik merupakan ilmu yang mempelajari bunyi bahasa sebagai pembeda arti. Fonemik juga adalah salah satu cabang dari studi fonologi yang mempelajari ilmu bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bunyi sebagai pembeda makna. Menurut Keraf (1984: 30) fonemik adalah ilmu yang mempelajari bunyi ujaran dalam fungsinya sebagai pembeda arti. Dan Kridalaksana (1995: 56) juga memberikan definisi dari fonemik adalah penyelidikan mengenai system fonem suatu bahasa. Untuk jelasnya kita perhatikan ternya bunyi [i] yang terdapat pada kata [intan], [angin], dan [batik] adalah tidak sama. Ketidaksamaan bunyi [i] pada deretan kata-kata di atas itulah salah satu contoh objek sasaran studi fonemik.

C. Jenis-jenis Fonetik

Fonetik dalam ilmu linguistik dibedakan atas tiga jenis yaitu fonetik artikulatoris, fonetik akustik, dan fonetik audiotoris.  Di bawah ini adalah beberapa pendapat dari beberapa sumber tentang jenis-jenis fonetik.

Menurut urutan proses terjadinya bunyi bahasa, Chaer (1994: 103) membedakan adanya tiga jenis fonetik, yaitu

  1. Fonetik artikulatoris disebut juga fonetik organis atau fonetik fisiologis , mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan.
  2. Fonetik akustik mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam. Bunyi-bunyi itu diselidiki frekuensi getarannya, amplitodonya, intensitasnya, dan timbrennya.
  3. Fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.

Kridalaksana (1995: 57) mengemukakan adanya fonetik-fonetik sebagai berikut

  1. Fonetik instrumental adalah bagian dari fonetik merekam, menganalisis, dan mengukur unsure-unsur bunyi dengan mesin atau alat-alat elektronis seperti spektograf, osiloskop, dan lain-lain.
  2. Fonetik parametris adalah pendekatan dalam fonetik yang memandang wicara sebagai sitem fisiologis tunggal dengan variebel-variabel artkulasi dalam saluran suara yang terus menerus bergerak dan saling bekerja sama dalam dimensi waktuuntuk menghasilkan continuum bunyi yang disegmentasikan oleh pendengar menurut kaida bahasa yang berlaku.
  3. Fonetik terapan yaitu bidang bidang linguistic terapan yang mencakup metode dan pengucapan bunyi dengan tepat; misalnya untuk melatih orang yang gagap, untuk melatih pemain drama, dan sebagainya.

Ramelan (1985: 82) mengemukakan adanya fonetik sebagai berikut

  1. Fonetik umum yaitu fonetik yang membahas bunyi bahasa yang dapat dhasilkan manusia secara umum.
  2. Fonetik khusus yaitu fonetik yang mengfokuskan perhatiaannya pada bunyi bahasa tertentu, misalnya fonetik yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa Indonesia disebut fonetik bahasa Indonesia.

Referensi

  • Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  • Keraf, Gorys. 1994. Tata Bahasa Indonesia. Ende Flores: Nusa Indah
  • Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  • Ramelan. 1985. English Phonetics. Semarang: IKIP Semarang press.
  • Verhaar, John. W. M. (1986). Pengantar linguistik. Yogyakarta: Gaja Mada Uversity Press.

Related Post

Bahasa Apa yang Pertama Kali Digunakan Di Dunia in... Bahasa memang sebuah alat komunikasi yang memudahkan hubungan antar manusia untuk bisa saling memahami melalui lisan ataupun tulisan. Selain itu, bisa...
What is Semantic Development Words are produced from the age of about 1 year. New words are added slowly in the first year, so that by the age of 18–24 months the child has a voca...
Pengertian dan Batasan Stilistika Linguistik Stilistika dari kata style (bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Latin stilus, yaitu semacam alat untuk menulis pada lempengan lilin. Kata stilus ...
Haruskah Guru Bahasa Asing Mengikuti Perkembangan ... Tulisan ini adalah sebuah makalah yang ditulis oleh  Dr. Abdul Wahab, MA dalam Bukunya Isu Linguistik Pengajaran Bahasa dan Sastra yang menyajikan erg...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *