Jenis-Jenis Prosa Indonesia Baru

By | November 19, 2016

Prosa merupakan karangan yang sifatnya berurai, kalimat-kalimatnya disusun dalam bentuk paragraf. Di Indonesia, prosa bisa dibedakan menjadi prosa baru dan prosa lama. Prosa baru merupakan prosa yang telah mendapatkan pengaruh dari sastra barat.

jenis-prosa-baruBeberapa jenis karangan yang termasuk prosa baru antara lain:

a. Roman

Roman merupakan karangan yang mengisahkan kehidupan seseorang dari kecil sampai meninggal dunia. Menurut isinya, roman bisa dibedakan lagi menjadi:

  1. Roman kemasyarakatan: bercerita mengenai kehidupan yang terjadi di lingkungan sosial. Contohnya Hati Nurani Manusia karya Idrus.
  2. Roman adat: bercerita tentang persoalan-persoalan adat yang dipandang tak sesuai degan kemajuan zaman. Contohnya Siti Nurbaya karya Marah Rusli.
  3. Roman kejiwaan: bercerita tentang kehidupan batin atau psikologi seseorang. Contohnya Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis.
  4. Roman keagamaan: bercerita tentang hal-hal yang berhubungan dengan agama. Contohnya Perjanjian dengan Maut karya Haryadi S. Hartowardoyo.
  5. Roman simbolik: bercerita tentang kehidupan seseorang tapi pelakunya bukan manusia atau disimbolkan pada benda lain. Contohnya Tinjaulah Dunia Sana karya Maria Amin.
  6. Roman detektif: bercerita tentang pengungkapan rahasia kejahatan. Contohnya Anjing Setan karya Nur Sutan Iskandar.
  7. Roman bertendens: bercerita mengenai usaha memperbaiki situasi kehidupan yang dirasa kurang baik atau kurang maju. Contohnya Namaku Hiroko karya NH. Dini.
  8. Roman sejarah: bercerita tentang kehidupan masa lalu yang berhubungan dengan sejarah. Contohnya Hulubalang Raja karya Nur Sutan Iskandar.
  9. Roman percintaan: roman yang menekankan uraian tentang masalah-masalah cinta. Contohnya Percobaan Setia karya Suman Hasibuan.
  10. Roman kanak-kanak: bercerita mengenai kehidupan anak-anak dengan segala suka dukanya. Contohnya Si Dul Anak Betawi karya Aman Datuk Mojoinda.

b. Cerita Pendek

Cerita pendek menceritakan tentang satu peristiwa kehidupan, biasanya terdapat bagian perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian. Sesuai dengan namanya, cerita pendek tidak diuraikan terlalu panjang. Contoh buku kumpulan cerita pendek yaitu Sebuah Rumah Buat Hari Tua karya Ayip Rosidi dan Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis.

c. Kisah

Kisah merupakan karangan yang mengisahkan hal-hal yang dialami dan diamati oleh pengarangnya selama dalam sebuah perjalanan. Contohnya Empat Hari di Amerika karya Hamka dan Melawat ke Barat karya Adinegoro.

d. Riwayat

Riwayat merupakan karangan yang menceritakan pengalaman dan kehidupan seseorang dari masa kanak-kanak hingga tua. Riwayat bisa dibagi menjadi dua yaitu biografi dan autobiografi. Contohnya Dr. Sutomo karya Imam Supardi dan Habis Gelap Terbitlah Terang karya R.A. Kartini.

e. Esai

Esai merupakan karangan yang menguraikan suatu persoalan menarik dan penjelasan-penjelasan secara subjektif. Pengarang akan menguraikan tentang pikiran-pikiran dan tanggapan-tanggapannya terhadap persoalan itu.
Contohnya Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 karya H.B Yassin dan Amir Hamzah karya L. K Bohang.

f. Kritik

Kritik merupakan karangan yang berisi tentang pertimbangan baik buruknya suatu karya sastra dan diakhiri dengan penilaian. Contohnya Buku dan Penulis karya Amir Hamzah dan Pujangga Sanusi Pane karya Y.U Nasution.

Referensi

  • Budiman, Sumiati. 1987. Sari Sastra Indonesia. Surakarta: PT Intan Pariwara.
  • Fasya, Mahmud. Modul 6 Sastra. Diakses dari: http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/197712092005011-MAHMUD_FASYA/Tata%20Bahasa/Modul_6_Sastra.pdf

Related Post

Perkembangan Novel Anak-anak di Indonesia Pada dasarnya menulis novel untuk cerita anak-anak memang lebih mudah karena tidak memerlukan alur penulisan yang sistematis. Hal ini karena segmen pe...
Peran Majalah Horison Dalam Perkembangan Sastra In... Majalah sastra Horison didirikan pada bulan Juli 1966 di Jakarta dan diprakarsai oleh beberapa sastrawan Indonesia antara lain, Arief Budiman, Taufik ...
Sejarah Awal Puisi Lama Di Indonesia Ternyata masyarakat Indonesia sudah mengenal puisi sejak dahulu sekitar abad 7 Masehi ketika pada masa kerajaan Sriwijaya. Hal ini terbukti dari penem...
Sutardji Calzoum Bachri, “Presiden Penyair Indones... Mendapat julukan “Presiden Penyair Indonesia” merupakan salah satu bukti kuatnya pengaruh Sutardji Calzoum Bachri dalam dunia sastra puisi di Indonesi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *