Pengertian Ideologi Penerjemahan (Domestikasi dan Foreignisasi)

By | November 9, 2016

Terjemahan yang benar tergantung pada ideologi yang dianut karena terkait kebudayaan bahasa sumber. Ideologi penerjemahan memberikan pandangan makro dalam membhasa penerjemahan sebagai bagian dari sosial budaya dan karya terjemahan sebagai bagian dari kebudayaan masyarkat.

ideologi-penerjemahan-domestikasi-foreignisasiDalam bidang penerjemahan, ideologi diartikan sebagai prinsip atau keyakinan tentang “benar atau salah” (Hoed, 2003). Terjemahan dianggap benar jika mengandung teks bahasa sumber, kesesuaian dengan kaidah, norma, dan budaya yang berlaku pada bahasa sasaran. Anggapan yang lain bahwa penerjemahan hanya berpedoman pada keberterimaan pada bahasa sasaran. Dari dua anggapan ini maka munculah dua ideologi penerjemahan yaitu foreignisasi (foreignization) dan domestikasi (domestication).

1. Foreignisasi

Menurut Hoed (2006:87) menyebutkan bahwa ideologi foreignisasi adalah penerjemahan yang betul, berterima, dan baik adalah sesuai dengan selera dan harapan pembaca dengan menghadirkan budaya Bsu dan kehadiran Bsu memberikan manfaat untuk pembaca target. Fenomena dan budaya asing dipertahankan untuk memberikan pengetahuan melalui foreignisasi. Foreignisasi juga digunakan untuk mempertahankan referensi budaya teks sumber, nilai – nilai budaya, dan sebagai pembelajaran lintas budaya. Ideologi ini bertolak belakang dengan domestikasi yang berusaha tidak menghadirkan sesuatu yang asing kepada pembaca target. Berdasarkan diagram V dari Newmark (1988:45), metode yang dipilih sebagai ciri foreignisasi yaitu penerjemahan kata per kata, penerjemahan harfiah, penerjemahan terpercaya, dan penerjemahan semantik. Keempat metode tersebut dapat dijadikan kriteria ideologi foreignisasi pada suatu teks terjemahan (Venuti, 1997:242 dalam Shirinzadeh & Mahadi, 2014).

2. Domestikasi

Penerjemahan harus mengutamakan kebutuhan pembaca karena bertolak dari definisi penerjemahan bahwa untuk menemukan padanan sedekat mungkin. Menurut Nida dan Taber (1974) menyatakan bahwa penerjemahan sebaiknya mengutamakan keterbacaan teks untuk pembaca target. Penerjemahan yang dapat memenuhi selera dan harapan pembaca dianggap sebagai penerjemahan yang betul, berterima, dan baik sesuai dengan latar belakag budaya masyarakat sasaran dinamakan ideologi domestikasi (Hoed, 2006: 88). Terkait dengan diagram V dari Newmark (1988:45), ideologi ini dapat diukur dari metode yang dipilih yaitu metode yang berorientasi pada bahasa sasaran seperti penerjemahan adaptasi, penerjemahan bebas, penerjemahan idiomatik, dan penerjemahan komunikatif. Ideologi domestikasi meliputi metode penerjemahan adaptasi, penerjemahan bebas, penerjamahan idiomatik, dan penerjemahan komunikatif. Disamping itu, ideology domestikasi menggunakan kata–kata atau istilah yang diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran (Venuti, 1997: 242 dalam Shirinzadeh & Mahadi, 2014).

Referensi

  • Hoed, B. H. 2006. Penerjemahan dan Kebudayaan. Bandung: Dunia Pustaka Jaya.
  • Shirinzadeh, S.A. & Mahadi, T.S.T. 2014. Foreignizing or domesticating tendencies in pazargadi’s english translation of hafez’s lyrics: study a case. Mediterranean Journal of Social Sciences. Vol 5 No 20.

Bagaimana Menurutmu?

Related Post

The Aim of A Good Translation Readers of literary fiction have high expectations. They demand a book be rich, dense and multidimensional, capable of weaving magic and changing some...
Teknik Penerjemahan Istilah Blog pada Blogspot Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik penerjemahan istilah blog dalam Blogspot dan mendeskripsikan ideologi penerjemaha ...
Should Editors of Translations Know The Source Lan... Books from so many countries are now published in English that it is highly unlikely any publishing house will have editors that are fluent in all the...
Kebutuhan Jasa Penerjemahan Semakin Meningkat Banyak sekali tools dan software atau alat penerjemahan bahasa yang bisa didapatkan secara gratis melalui internet melalui download. Hal tersebut mema...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *