Sastra Hikayat Sudah Tidak Begitu Populer

By | Mei 31, 2017

Hikayat merupakan bentuk sastra dari prosa lama yang berisi tentang cerita, kisah, dongeng ataupun sejarah. Biasanya kisah yang ditulis menceritakan kebesaran, kepahlawanan, kesaktian atau kejayaan seseorang sebagai tokoh utama. Bentuk hikayat biasanya berupa dongeng atau legenda fiksi.

Hikayat berasal dari bahasa Arab hikayah yang artinya cerita, kisah atau dongeng. Hikayat termasuk salah satu prosa dengan tulisan yang panjang. Banyak sekali tulisan hikayat di negeri kita ini dan mungkin ada ratusan, karena disetiap daerah dan propinsi selalu memiliki cerita legenda masing-masing.

Karya sastra ini memang bentuk prosa yang bersifat menghibur ataupun sebuah kisah yang bisa dijadikan pelajaran hidup. Biasanya cerita pada hikayat mengambil latar belakang pada masa lalu, karena itu banyak sekali hikayat yang mengambil topik tentang kerajaan di masa silam.

Dalam pembuatan karya sastra hikayat terdiri atas 2 unsur, yang pertama unsur intrinsik dan yang kedua adalah unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur dalam menyusun penulisan dari dalam, seperti tema, tokoh utama, latar belakang, alur cerita, permasalahan dan lain-lain.

Sedangkan unsur ekstrinsik yaitu pembuatan hikayat yang dipengaruhi pihak luar dari sosiologi, psikologi, hubungan masyarakat, pesan moral atau legenda suatu tempat. Pembuatan sastra hikayat memang ada yang berdasarkan pengalaman dari sebuah tragedi agar bisa terus diingat dan disampaikan kepada orang lain.

Unsur Intrinsik

1. Tema

Pokok utama tulisan menggambarkan keadaan dimasa lampau yang menyangkut tentang agama, kepercayaan, adat-istiadat, percintaan, kerajaan, kehidupan masyarakat dahulu kala. Tujuannya untuk mengabadikan cerita serta bisa digunakan sebagai cerminan perilaku atau petuah hidup.

2. Tokoh

Biasanya tokoh utama digambarkan sebagai orang yang baik dan selalu melakukan hal yang benar sebagai protagonis. Kemudian ada tokoh lain yang buruk atau jahat sebagai antagonis. Pada akhir cerita tokoh yang jahat bisa dikalahkan oleh tokoh utama karena berpegang teguh pada kebenaran.

3. Sudut Pandang

Penulis bisa menceritakan kisah cerita darimana saja, bisa menceritakan sebagai tokoh utama atau pihak luar. Pengarang bisa bebas memilih untuk membuat sebuah kisah dari dalam cerita sebagai tokoh utama atau tokoh bawahan dan bisa juga berada diluar cerita sebagai pengamat.

Karya satra yang satu ini masih termasuk bagian dari prosa lama dan banyak hikayat yang di tulis dalam bahasa melayu karena memang sangat berkembang di Sumatera. Hikayat memang murni karya fiksi dan berisi cerita yang sangat indah dan selalu berakhir dengan kemenangan dari tokoh utama.

Ciri-Ciri Hikayat

– Berisi tentang kisah atau cerita dimasa lampau pada masa masyarakat tradisional
– Mengambil latar belakang dari kerajaan atau sebuah perkampungan kecil
– Kisahnya selalu tentang hal-hal yang indah dan imajinatif serta masuk ke dunia khayalan
– Biasanya memiliki tema tentang peperangan, kesaktian atau tempat-tempat yang indah yang mengandung fantasi dan petualangan tokoh utama untuk mendapatkan kemenangan.

 

Bagaimana Menurutmu?

Related Post

Perkembangan Sejarah Sastra Indonesia Perkembangan sastra di Indonesia memang sudah dimulai sejak zaman dahulu, bahkan sekitar tahun 150 Masehi dari masa kerajaan Salakanegara. Hal ini dib...
Perkembangan Pesat Sastra Puisi Selama Masa Orde B... Para penulis puisi Indonesia banyak sekali yang membuat puisi untuk mengkritik pemerintah karena menjalankan pemerintah secara tidak adil. Para penyai...
Sastra Anak Memang Sangat Penting di Indonesia Gerakan minat baca selalu digalakkan ditiap-tiap kota diseluruh Indonesia sebagian besar dikota-kota besar terutama minat baca bagi anak-anak. Hal ini...
Mengenal Hamka, Ulama dan Sastrawan Indonesia Hamka atau Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, lahir di Agam, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981. Nama Hamka telah lama di...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *