Fungsi Sastra Bagi Kehidupan Manusia

By | Juni 16, 2017

Sastra memang berperan penting dalam kehidupan manusia sebagai kesenian dalam bidang rohani atau kejiwaan bagi para pencipta dan penikmatnya. Orang yang bisa mengeluarkan ekspresi yang ada dalam diri dan pikiran dalam bentuk karya seni dinamakan seorang sastrawan.

Tentu saja sastrawan juga bisa disebut sebagai seorang rohaniawan karena karya yang dihasilkan bukanlah terletak pada materinya. Sastrawan menghasilkan karya untuk mengantarkan apa yang ada dalam pikirannya agar bisa dinikmati dan bisa bermanfaat untuk menghibur banyak orang.

Secara garis besar, ada beberapa fungsi sastra dalam kehidupan masyarakat

1. Fungsi Religius

Banyak sekali karya sastra yang menyentuh kata-kata tentang Tuhan serta keindahan alam semesta sebagai ciptaan maha pencipta. Ada juga karya sastra yang memuji-muji keagungan Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam.

Hal lainnya adalah karya sastra yang mengandung rasa cinta kasih kepada sesama mahluk hidup di dunia agar tercipta keseimbangan alam. Selain itu banyak juga karya sastra yang mengungkapkan tentang kematian sebagai wujud kesadaran tempat akhir manusia didunia ini.

Contoh karya sastra yang berfungsi religius biasanya pada puisi, pantun, drama, cerpen, novel dan lainnya

2. Fungsi Moralitas

Banyak bentuk karya sastra yang mengangkat tema tentang kebaikan selalu menjadi hal yang lebih mulia dari kejahatan. Hal ini merupakan bentuk pesan moral kepada setiap manusia agar senantiasa melakukan kebaikan dalam kehidupan ini demi terciptanya rasa aman dan kedamaian.

Sastra yang berisi tentang nilai moral seperti tolong menolong antar sesama manusia dalam kehidupan nyata merupakan contoh tujuan hidup yang sejati. Adapun karya sastra yang memiliki pesan moral memiliki tujuan untuk memberi gambaran manfaat akhlak yang baik di masyarakat.

Biasanya karya sastra yang berfungsi sebagai pesan moral diantaranya drama keluarga, cerpen, novel, puisi dan lainnya.

3. Fungsi Rekreatif

Karya sastra yang satu ini memang banyak disukai orang karena memiliki manfaat untuk menghibur hati para penikmat atau pembacanya. Sastra jenis ini biasanya menampilkan kisah atau cerita yang bersifat hiburan atau netral tanpa ada dialektika tokoh protagonist dan antagonis.

Beberapa contoh karya sastra hiburan diantaranya adalah drama komedi, tari-tarian, konser musik, sandiwara radio dan lainnya.

4. Fungsi Didaktif

Sastra yang memiliki fungsi sebagai didaktif biasanya berisi tentang karya yang membawa pesan, amanat, saran, kritik, opini dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan pesan pendidikan yang berisi tentang nilai kebaikan dan budi pekerti yang luhur.kepada pembacanya.

Karya sastra tyang memiliki muatan deduktif paling banyak terdapat dalam buku, tulisan esai, artikel-artikel yang ada pada blog serta peribahasa atau kata-kata bijaksana yang disampaikan melalui televisi ataupun radio.

5. Fungsi Estetis

Bentuk karya sastra yang memiliki fungsi estetis memang mengutamakan akan nilai keindahan serta hal-hal lainnya yang membuat hati senang. Biasanya karya sastra ini diaplikasikan dalam bentuk lukisan, syair-syair puisi yang memiliki kata-kata menyentuh hati, alunan lagu dan musik.

Referensi :

seri-bahasa-indonesia.blogspot.co.id/2014/02/pengertian-fungsi-dan-ragam-sastra.html

Related Post

Masalah Pendidikan Sastra di Sekolah Sastra menjadi bagian yang sangat penting dalam dunia sekolah dan diajarkan di setiap level pendidikan di negara Indonesia tercinta. Pembelajaran ilmu...
Pengertian Resensi Buku dan Film serta Manfaatnya Pada intinya resensi adalah pertimbangan ataupun pengulasan secara detail namun singkat mengenai sebuah karya sastra seperti buku, film, novel dan lai...
Sejarah Wayang di Indonesia Wayang adalah karya sastra dan kebudayaan asli dari Indonesia yang paling tua dan diperkirakan sudah ada sejak 1500 tahun sebelum Masehi dari nenek mo...
Penyair Jawa Kuno Menggunakan Bahasa Kawi Banyak yang mengatakan bahasa Kawi adalah bahasa jaman dahulu yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari pada masyarakat Jawa. Hal ini memang bena...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *