Fenomena Wacana dalam Praktek Sosial, Ideologi, Kekuasaan, Budaya

By | Oktober 12, 2016

Wacana merupakan bagian dari praktek sosial yakni komunikasi. Komunikasi antar pengguna bahasa selalu melibatkan wacana. Setiap penyampai pesan memiliki maksud terhadap ujaran atau tulisan yang disampaikan baik tersirat maupun tersurat. Pesan tersebut mengandung suatua wacana baik dalam bentuk kekuatan maupun ideologi yang termuat didalamnya.

fenomena-wacana-dalam-interaksi-sosial

A. Wacana sebagai praktek sosial

Wacana dan interaksi sosial saling mempengaruhi. Wacana tidak dapat lepas dari konteks sosial karena wacana dibentuk oleh masyakarat. Suatu wacana dan praktek sosial berkaitan dengan domain – domain yang berhubungan. Melalui analisis wacana kritis dapat diungkap beberapa karkateristik setiap suatu wacana yang terdiri dari tindakan, konteks, historis, kekuaasan, dan ideologi. Hal ini berbeda dengan sosiolinguistik, karena sosiolinguistik merupakan sebuah ilmu kebahasaan bagaimana masyarakat menggunakan bahasa.

B. Wacana dan Kekuasaan

Suatu kekuatan dapat direalisasikan dalam bentuk wacana, sehingga teks mengandung kekuasaan dari penyampai pesan. Kekuasaan ini dapat disampaikan secara langsung maupun tidak langsung (hidden power). Suatu kekuasaan dibalik wacana dipengaruhi oleh beberpa faktor seperti: setting (tempat dan waktu), subjek (siapa yang berbicara), dan topik (isi yang disampaikan).

C. Wacana, Kebersamaan, dan Ideologi

Wacana dan ideologi saling mempengaruhi satu sama lain. Ideologi merupakan suatu pemahaman, konsep, atau asas yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu teks. Wacana dianggap sebagai pra ideologi, jadi sebelum memiliki ideologi seseorang terlebih dahulu harus memahami muatan wacana dengan baik dan maksimal.

Ideologi suatu teks dapat disampaikan kepada penerima jika penerima memahami wacana tersebut. Akan tetapi jika penerima atau pembaca sudah memiliki ideologi sendiri yang justru meragukan suatu teks atau tulisan maka ideologi dari penyampai pesan tidak sampai. Hal ini dipengaruhi oleh unsur internal pembaca yakni bagaimana dia menyakapinya dan unsur eksternal bagaimana latar belakang sosialnya.

D. Wacana sebagai Praktik Budaya

Suatu wacana selalu membawa konteks budaya, sosial, dan ideologi. Implementasi wacana dapat dilihat pada sejumlah ujaran yang syarart akan budaya misal dalam adat jawa, kata “mitoni” dipahami sebagai suatu syukuran tujuh bulan usia kandungan. Hal ini merupakan representasi karena adanya suatu budaya yang ada pada masyarkat tersebut. Contoh lain misal “buanglah sampah pada tempatnya” juga dapat bermuatan budaya sebagai sebuah representasi masyarakat setempat yang sudah terbiasa membuang sampah sembarangan walaupun juga dapat berfungsi emotif.

E. Kesimpulan

Praktek sosial merupakan salah wujud keberadaan wacana pada suatu teks. Teks yang disampaikan oleh penyampai pesan mengandung tujuan terntentu dari penyampai pesan, bukan hanya pesan itu sendiri tetapi unsur muatan wacana yang didalamnnya seperti kekuasaan, ideologi, dan budaya yang meligkupinya. Pemahaman setiap muatan tersebut dapat dianalisis dengan kajian wacana kritis (AWK) yang fokus pada teks sosial.

Bagaimana Menurutmu?

Related Post

Pengertian Analisis Wacana dan Analisis Wacana Kri... Membicarakan analisis wacana (AW) dan analisis wacana kritis (AWK) maka kita harus memahami dulu apa itu wacana. Wacana dalam bahasa Inggris discourse...
Pengertian dan Batasan Stilistika Linguistik Stilistika dari kata style (bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Latin stilus, yaitu semacam alat untuk menulis pada lempengan lilin. Kata stilus ...
Subject Matter and Scope of Linguistics; Its Relat... The subject matter of linguistics comprises all manifestations of human speech, whether that of savages or civilized nations, or of archaic, classical...
Linguistic Contributions to The Study of Mind: Pas... I would like to focus attention on the question, What contribution can the study of language make to our understanding of human nature? In one or anot...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *