Empat Strands Pembelajaran Bahasa

By | November 28, 2016

empat-strands-pembelajaran-bahasaPenguasaan kompetensi bahasa komunikatif tampaknya dapat dijadikan acuan utama pada tataran substansi dalam pemelajaran bahasa. Para guru dan calon guru bahasa dapat memertimbangkan gagasan-gagasan yang terkandung dalam kerangka kerja empat bagian yang diusulkan Nation (2009) dengan makna ‘satu tapi empat, empat tapi satu’. Artinya, pemelajaran hendaknya mencakup secara komprehensif keempat bagian, tetapi ketika menangani satu bagian, hendaknya selalu dalam kerangka kerja keseluruhan. Singkat kata, keempat bagian perlu diberi perhatian yang memadai untuk mendukung upaya pengembangan kompetensi bahasa komunikatif. Kerangka kerja empat bagian tersebut dijelakan dalam Nasution & Newton (2009: 1-2k) Nation (2009) yang dikutif oleh Suwarsih (2013: 151), yang intinya sebagai berikut:

  1. Belajar melalui asupan terfokus pada makna; yaitu, belajar melalui menyimak dan membaca di mana perhatian siswa difokuskan pada gagasan-gagasan dan pesan-pesan yang disampaikan lewat bahasa.
  2. Belajar melalui luaran terfokus pada makna; yaitu, belajar melalui berbicara dan menulis di mana perhatian siswa dicurahkan pada penyampaian gagasan dan pesan kepada orang lain.
  3. Belajar melalui perhatian kusus pada butir-butir bahasa dan fitur-fitur bahasa; yaitu, belajar melalui kajian kosakata langsung, melalui latihan dan penjelasan tatabahasa, melalui pemerhatian pada bunyi dan ejaan bahasa sasaran, melalui pemerhatian pada fitur-fitur bahasa, dan pemerhatian pada fitur-fitur wacana, dan melalui pemelajaran langsung dan praktik strategi pemelajaran dan penggunaan bahasa.
  4. Pengembangan penggunaan lancar butir-butir bahasa yang telah dipelajari melalui banyak praktik langsung mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis; yaitu; menjadi lancar dengan dengan apa yang telah diketahui.

Jika dicermati, keempat bagian dalam kerangka kerja tersebut sebenarnya membingkai pemelajaran semua komponen kompeteensi bahasa komunikatif. Para guru diingatkan di sini bahwa keempatnya diperlukan secara terpadu dalam rancangan pemelajaran bahasa dalam serangkaian siklus pemelajaran. Untuk informasi lebih lengkap tentang penerapan keempat strands, silahkan membaca Nasution (2009), Nasution dan Macalister (2009), dan Nasution dan Newton (2009).

Referensi

Suwarsih Madya, (2013), Metodologi pengajaran bahasa; dari era prametode sampai era pascametode. Yogyakarta: UNY Press.

Related Post

The National Curriculum in English In July 1991, Kenneth Clarke, Secretary of State for Education, removed from their posts the two chairmen and chief executives previously in charge of...
Bagaimana Guru Bahasa Inggris yang Baik Itu? Seorang mahasiswa jurusan bahasa Inggris tentunya mempunyai salah satu harapan menyeselesaikan kuliahnya dengan harapan mempunyai kualitas yang baik...
Language Curriculum Design Parts of the Curriculum Design Process Curriculum design can be seen as a kind of writing activity and as such it can usefully be studied as a proces...
Inti Pendidikan Berbasis Karakter Sejak tahun 2014, negara Indonesia mulai menggalakkan pendidikan dengan kurikulum berbasiskan karakter untuk membentuk perilaku manusia. Hal ini meman...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *