Perbedaan Angkatan Balai Pustaka dan Pujangga Baru

By | Mei 26, 2017

Balai Pustaka dibuat pada tahun 1908 oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai sarana penerbitan buku sekolah dan novel atau cerita-cerita daerah Indonesia. Sebagai penerbit yang dibuat oleh penjajah, maka semua tulisan yang diterbitkan untuk kepentingan pemerintah Hindia Belanda.

Tidak hanya itu saja, Belanda juga mengungkapkan bahwa tulisan yang terbitkan selain dari Balai Pustaka statusnya adalah bacaan liar. Pemerintah Belanda tidak hanya menjajah negara saja namun juga ingin menjajah kebebasan pers atau kebebasan dalam berpikir rakyat pribumi.

Hal ini membuat para penulis pribumi menjadi geram dan mulai mengobarkan semangat perlawanan kepada penjajah melalui jalur jurnalis. Para penulis yang diprakarsai oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan Amrijn Pane berhasil menerbitkan majalah Pujangga Baru tahun 1933.

Majalah Pujangga baru memberikan kebebasan untuk membuat tulisan sesuai dengan sudut pandang penulis dan tidak lagi terikat oleh aturan puisi lama seperti pantun dan novel saja. Bentuk tulisan menggunakan bahasa Indonesia dan menyuguhkan tulisan yang mendidik rakyat.

Perbedaan Antara Penerbit Balai Pustaka dan Pujangga Baru

Balai Pustaka

1. Bahasa Melayu

Bentuk tulisan menggunakan bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi dan digunakan negara-negara dikawasan Asia Tenggara.

2. Novel Rakyat

Tulisan yang bisa diterbitkan berupa novel yang memuat cerita rakyat pribumi serta permasalahan negatif dilingkungan masyarakat. Tulisan dibatasi pada tema adat istiadat masyarakat seperti kawin paksa serta kesenjangan hidup antara orang kaya dan orang miskin.

3. Penerbit Penjajah

Penerbit dibuat oleh bangsa penjajah yang tidak menginginkan orang pribumi menjadi maju dalam kebebasan berpikir. Tulisan yang diterbitkan hanya berupa dongeng fiksi yang bisa mempengaruhi sikap minder masyarakat serta ketidakpercayaan kepada orang lain.

4. Buku Murah

Balai Pustaka hanya menerbitkan buku dengan harga yang sangat murah sehingga bisa mudah dibeli masyarakat pribumi. Hal ini bertujuan untuk menekan harga pasar media cetak menjadi sangat murah dan bisa menjatuhkan tingkat pembelian media cetak yang dibuat kaum pribumi.

Pujangga Baru

1. Milik Pribumi

Majalah Pujangga baru didirikan oleh para sastrawan pribumi yang memiliki tujuan untuk mencerdaskan masyarakat dalam kebebasan berpikir. Selain itu misi utamanya untuk membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat pribumi agar cinta tanah air dan anti penjajah.

2. Bahasa Indonesia

Bentuk tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang telah diresmikan menjadi bahasa persatuan pada tahun 1928 oleh para pemuda tanah air. Tentu saja pujangga baru melaksanakan amanat sumpah pemuda 28 dan mendidik masyarakat pribumi agar bisa menggunakan bahasa persatuan.

3. Esai

Lahirnya tulisan esai menjadikan para sastrawan semakin kreatif dalam berpikir dan membuat tulisan yang berasal dari sudut pandang para penulis. Tulisan esai juga bisa menuntun para pembaca untuk ikut berpikir dari sudut pandang pembaca sehingga memiliki kebebasan berpikir.

4. Drama dan Teater

Pujangga baru juga menjadi pelopor dalam pembentukan sastra drama dan teater yang bisa dilihat dan dipentaskan dalam dunia nyata. Hal ini membuat sastra drama semakin hidup dan bisa dinikmati dalam pertunjukan seperti wayang.

5. Modern

Dari bahasa dan aturan sedikit modern dengan menggunakan bahasa yang disempurnakan serta tidak terlalu terikat dengan aturan puisi lama. Selain itu tujuan utamanya untuk memberikan tulisan yang berkualitas dan mendidik serta gaya tulisan harus mudah dicerna para pembaca.

Resensi :

alwihermawan12.blogspot.co.id/2014/11/sejarah-angkatan-pujangga-baru.html

Related Post

Cara Menulis Esai Yang Baik Esai merupakan sebuah tulisan yang mengangkat tentang fakta dan pandangan serta opini dari sudut pandang penulis. Esai termasuk dalam tulisan formal, ...
Mengenal Hamka, Ulama dan Sastrawan Indonesia Hamka atau Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, lahir di Agam, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981. Nama Hamka telah lama di...
Mengenal Aliran dalam Sastra Sama seperti karya seni lainnya, di dalam sastra dikelompokkan juga karya sastra dalam aliran-aliran tertentu. Aliran sastra merupakan haluan yang dit...
Perkembangan Novel Anak-anak di Indonesia Pada dasarnya menulis novel untuk cerita anak-anak memang lebih mudah karena tidak memerlukan alur penulisan yang sistematis. Hal ini karena segmen pe...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *