Mengenal Aliran dalam Sastra

By | November 6, 2016

Sama seperti karya seni lainnya, di dalam sastra dikelompokkan juga karya sastra dalam aliran-aliran tertentu. Aliran sastra merupakan haluan yang ditempuh seorang sastrawan dalam menguraikan karangannya. Terdapat tiga jenis aliaran sastra yaitu idealisme, materialisme, dan eksistensialisme. Penjelasan aliran sastra tersebut yaitu:

aliran-sastra1. Idealisme

Aliran idealisme merupakan aliran yang mengemukakan bahwa dunia ide, cita-cita, harapan adalah dunia utama yang dituju dalam pemikiran manusia. Beberapa jenis aliran idealisme yaitu:

a. Romantisme: aliran yang mengutamakan perasaan pengarang sehingga pembaca tersentuh setelah membacanya. Di dalam karangan romantisme, fantasi dan perasaaan seolah-olah lebih berkuasa.

Contoh: Siti Nurbaya (Marah Rusli), Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (Hamka), Azab dan Sengsara (Merari Siregar)

b. Ekspresionisme: aliran yang melukiskan curahan perasaan pengarangnya berdasarkan pengalaman dan penglihatan jiwanya. Aliran ini menekankan pada curahan jiwa dan tidak mementingkan peristiwa atau kejadian nyata.

Contoh: Isa (Chairil Anwar), Doa (Chairil Anwar)

c. Mistisisme: aliran yang mengacu pada pemikiran mistik, yaitu pemikiran yang berdasasrkan kepercayaan pada Tuhan. Pengarangnya dalam mengungkapkan sesuatu berusaha untuk mendekatka diri pada Tuhan.

Contoh: Nyanyi Sunyi (Amir Hamzah), Kekasihku Abadi (Bahrun Rangkuti)

d. Surealisme: aliran yang mengungkapkan kenyataan hidup secara berlebihan dengan melukiskan berbagai objek dan tanggapan secara serentak. Karya sastra surealisme umumnya sulit dipahami karena gaya tulisan yang terkesan agak kacau.

Contoh: Radio Masyarakat (Rosihan Anwar), Merahnya Merah (Iwan Simatupang), Tidak Ada Esok (Mochtar Lubis)

e. Simbolisme: aliran yang melukiskan sesuatu melalui simbol atau lambang, seperti binatang atau benda-benda lainnya.

Contoh: Dengar Keluhan Pohon Mangga (Maria Amin), Mereka Bilang Saya Monyet (Djenar Maesa Ayu), Tinjaulah Dunia Sana (Maria Amin)

2. Materialisme

Aliran materialisme berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang bersifat kenyataan dapat diselidiki dengan akal manusia (rumpunnektar.com). Aliran materialisme dapat dibagi menjadi beberapa aliran, antara lain:

a. Realisme: aliran yang melukiskan sesuatu apa adanya atau keadaan sebenarnya. Pengarang umumnya lebih objektif dalam memandang sesuatu tanpa mengikutsertakan perasaan.

Contoh: Pada Sebuah Kapal (N.H. Dini), Keluarga Gerilya (Pramoedya Ananta Toer), Kota Harmoni (Idrus)

b. Impresionisme: aliran yang menekankan pada pengalaman dan penglihatan pengarang berdasarkan kesan sepintas terutama oleh pancaindra.

Contoh: Candi (Sanusi Pane), sajak-sajak terjemahan Chairil Anwar karya Maria Rilke

c. Naturalisme: aliran yang melukiskan kenyataan secara terus terang dan sering cenderung bersifat jorok tanpa mempedulikan baik buruk serta akibat negatif.

Contoh: Belenggu (Armyn Pane), Catatan Harian Sang Koruptor (F. Rahardi), Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta (Rendra)

d. Determinisme: aliran yang menggambarkan nasib buruk tokoh-tokoh cerita yang ditentukan oleh lingkungannya atau takdir yang jatuh padanya.

Contoh: Kuterima Penderitaan Ini Ibu (Motenggo Boesye), Atheis (Akhdiat Kartamiharja), Belenggu (Armyn Pane)

3. Eksistensialisme

Alira eksistensialisme merupakan aliran yang muncul karena ketidakpuasan atas dikotomi aliran idealisme dan materialisme dalam memaknai kehidupan. Menurut Ahmad Tafsir, eksistensialisme ingin mencari jalan keluar dari kedua pemikiran yang dianggap ekstrem itu yang berpikiran bahwa manusia di samping ia sebagai subjek ia pun juga sekaligus sebagai objek dalam kehidupan ini.

Contoh: karya-karya Iwan Simatupang

Referensi:

  • Budiman, Sumiati. 1987. Sari Sastra Indonesia. Surakarta: PT Intan Pariwara.
  • Rizal, Maulfi Syaiful. 2013. Aliran-Aliran Karya Sastra (Pengantar Sastra Indonesia) (PPT). Diakses dari: http://www.maulfisr.lecture.ub.ac.id/files/2013/09/Aliran-Aliran-Karya-Sastra.ppt.
  • Rumpunnektar.com. 2015. Penjelasan Berbagai Aliran dalam Karya Sastra. Diakses dari:  http://www.rumpunnektar.com/2015/12/penjelasan-berbagai-aliran-dalam-karya.html.

Related Post

Perkembangan Pesat Sastra Puisi Selama Masa Orde B... Para penulis puisi Indonesia banyak sekali yang membuat puisi untuk mengkritik pemerintah karena menjalankan pemerintah secara tidak adil. Para penyai...
Cara Menulis Esai Yang Baik Esai merupakan sebuah tulisan yang mengangkat tentang fakta dan pandangan serta opini dari sudut pandang penulis. Esai termasuk dalam tulisan formal, ...
Perkembangan Novel Anak-anak di Indonesia Pada dasarnya menulis novel untuk cerita anak-anak memang lebih mudah karena tidak memerlukan alur penulisan yang sistematis. Hal ini karena segmen pe...
Fungsi Sastra Bagi Kehidupan Manusia Sastra memang berperan penting dalam kehidupan manusia sebagai kesenian dalam bidang rohani atau kejiwaan bagi para pencipta dan penikmatnya. Orang ya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *